detikHot

music

Apa Saja Upaya Promotor Kurangi Sampah di Konser?

Jumat, 23 Agu 2019 18:36 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Selepas menonton musisi idola dalam sebuah konser atau festival musik, persoalan sampah menjadi yang kerap luput dari pengetahuan kita.

Ke mana botol platik bekas kita membeli minuman untuk melepas dahaga setelah bernyanyi bersama musisi idola dibuang? Barangkali pertanyaan itu nyaris tak pernah mampir dalam benak kita.

Nyatanya, dalam sebuah konser atau festival musik bisa menjadi penyumbang sampah dalam jumlah besar bila tidak dikelola dengan baik.

Festival Director Synchronize Fest, David Karto, mengatakan, dalam tiga tahun pertama penyelenggaraannya, Synchronize Fest menghasilkan rata-rata 1,7 hingga 2 ton tiap tahunnya.

Menurut Greeners.co, jumlah sampah tersebut juga dihasilkan oleh festival musik sejenis.

Berangkat dari hal itu, David Karto mengatakan, Synchronize Fest 2019 akan memulai pengelolaan sampah yang memadai agar festivalnya dapat lebih ramah lingkungan.




Cara tersebut juga diharapkan dapat dicontoh oleh festival musik lainnya yang sejenis.

Langkah yang dilakukan oleh Synchronize Fest pun beragam. Pertama, penyelenggara akan memperbolehkan penonton membawa sendiri botol plastik (tumblr) yang mereka miliki.

Nantinya, di dalam area festival akan ada stasiun isi ulang air. Air yang ada telah melalui proses penyulingan sehingga aman untuk diminum.

"Waktu kami berpikir untuk buat program 'Bring Your Own Tumblr', ini orang kalau udah bawa tumblr setelah habis mau isi dimana, akhirnya kami memikirkan solusinya," ujar David Karto.

Selain itu, penyelenggara Synchronize Fest juga akan mengganti makanan dan minuman dalam kemasan dengan bentuk prasmanan bagi panitia hingga pengisi acara.

Bagi penjual makanan pun, penyelenggara akan menyediakan wadah yang dapat didaurulang. Sehingga tidak ada lagi penggunaan plastik maupun styrofoam dalam acara tersebut.

"Sampai ke pihak tenant penjual F&B, kami memberitahu konsep green movement kami, kalau ternyata mereka sudah green movement mereka boleh bawa packaging mereka, tapi kalau ternyata tidak, kami siapkan, dan itu nanti, kami titip sama mereka, dan itu dihitung sebagai cost ke pembeli," jelasnya.

David mengakui, di tahun pertama penerapannya, ia tidak menargetkan pengurangan sampah dalam angka yang muluk. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana gerakan ini dimulai dan menjadi hal yang berkelanjutan.

"Gue punya angka pasti yang bisa gue sebutkan, tapi gue berharap bisa 30 sampai 50 persen, artinya bisa menjadi target kami bersama," ungkapnya.

"Ini pertama tahun kita, atau pertama kali kita menggerakan green movement kami, jadi semuanya masih dalam proses dan dalam tatanan, Mudah-mudahan di tahun-tahun ke depan bisa lebih baik," tuturnya lagi.


Simak Video "Synchronize Fest 2019 Day 2: Ketemu Andhika 'Kangen Band' dan 'Hidupkan' Chrisye"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com