detikHot

music

Cerita Miris di Balik Konser Westlife Palembang: Pejabat Minta Tiket Gratis

Jumat, 23 Agu 2019 12:22 WIB Raja Adil Siregar - detikHot
Foto: Westlife Foto: Westlife
Palembang - Konser Westlife yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (18/8) lalu bisa dikatakan sukses menghibur penonton. Tapi siapa sangka, sejumlah penonton, yang di antaranya merupakan pejabat di Bumi Sriwijaya, tidak mau bayar.

Cerita pahit ini tertulis dalam postingan instagram event organizer @musievent sebagai penyelenggara lokal. Postingan itu menyebut Palembang belum menjadi tempat yang bersahabat, terutama bagi para penyelenggara event Internasional.


Penyebab tak lain karena banyak sekali oknum yang masih tidak menghargai proses penjualan tiket. Bahkan mereka tak mau membeli tiket yang telah dijual panitia karena ingin gratisan.

Permintaan ini tidak hanya masyarakat Palembang saja, tetapi ada juga oknum pejabat yang terlibat. Selain tiket gratis, ada pula yang minta untuk dikawal saat masuk ke arena.

"Ada yang mau antrean beda lah, kursi khusus lah, minta kawal ke dalam lah, seperti tidak bisa menjadi orang biasa untuk semalam saja," tulis postingan tersebut.

Menanggapi hal itu, Presiden Direktur Neutron Live Asia Rendy mengakuinya. Namun Dedy menyebut oknum-oknum itu merupakan masyarakat, meskipun ada juga dari pejabat di Sumatera Selatan.

"Yang memposting pertama kali adalah Musi Event di Instagram dan dimaksud adalah oknum-oknum masyarakat yang membobol dari belakang panggung. Ya tidak mau bayar, kemudian membobol panggung dari kanan, kiri untuk ketemu sama artis," ujar Rendy.

Diakui Rendy, ada ratusan orang berhasil masuk tanpa tiket saat konser. Ada yang minta dikawal hingga diberi kursi khusus di kelas VVIP karena pejabat setempat.

"Kalau dibilang 500-an ada yang masuk tanpa tiket, tetapi bukan hanya pejabat. Ada dari masyarakat masuk memaksa ke petugas. Padahal seharusnya itu tidak terjadi," katanya.




Sebagai promotor, Rendy mengaku telah menghabiskan dana cukup banyak untuk bisa mendatangkan artis Internasional. Sayangnya, keberhasilan promotor telah tercoreng akibat ulah oknum yang minta gratisan.

"Saya nggak bilang itu pejabat Pemprov atau Pemkot Palembang. Bisa saja kan itu dari polisi, TNI atau pihak keamanan dari Jakabaring Sport City atau internal mereka," katanya.

Tidak hanya itu, Randy mengaku untuk tiket pihaknya sudah memberi diskon hingga 20 persen. Namun itupun tidak semua terjual habis.

"Acara ini sukses, mungkin ini pertama dan terakhir kali. Kami juga sayangkan banyak orang mau menonton, tapi tidak mau bayar, orang biasa dan lain-lain. Kalau VVIP memang ada nomer seat juga, tapi itu juga sempat jadi masalah," katanya.

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Palembang Amiruddin Sandy mengaku sangat menyayangkan hal itu. Namun dia meminta panitia penyelenggaran agar membuka siapa pejabat yang dimaksud.

"Kami tentu sangat menyayangkan hal itu. Tetapi perlu juga diketahui agar ini dibuka saja oleh panitia penyelenggara, kalau ada pejabat sebut dari mana dan instansi apa agar tak menjadi bola liar," kata Amir.


Diakui Amir, dia merupakan salah satu penonton yang hadir di konser Westlife. Dia melihat penonton tumpah ruah di dalam arena konser.

"Saya nonton juga di VVIP dan beli tiket. Pejabat banyak, tapi kan kita tidak tahu apakah itu yang dimaksud atau tidak ya, karena di sekeliling saya rata-rata pakai tiket masuknya," tegas Amir.

Tidak hanya itu saja Amir mengakui jika untuk PNS di Bumi Sriwijaya memang mendapat harga tiket khusus. Di mana PNS mendapat potongan 20 persen dari harga normal.

"PNS ada potongan, beli tiketnya di Dinas Pariwisata. Kalau untuk pejabat utama juga ada undangan, Pak Walikota, Wakil dan Sekda. Hanya beliau semua tidak bisa hadir karena ada agenda lain," kata Amir.


Simak Video "Sam Poo Kong Semarang Jadi Penutup Tur Konser Westlife "
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com