detikHot

music

Menilik Asal Usul Lagu 'Indonesia Raya'

Sabtu, 17 Agu 2019 10:18 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - 'Indonesia Raya' menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia yang dikumandangkan dalam tiap peristiwa penting negeri ini.

Sebagai lagu kebangsaan, lagu itu diputar dalam berbagai acara kenegaraan, mulai dari upacara hingga perlombaan olahraga.

Lagu tersebut merupakan ciptaan Wage Rudolf Supratman. Ia adalah anak dari pasangan Djoemeno Senen dan Siti Senen. Ia dipercaya lahir pada tanggal 9 Maret tersebut, hari yang kemudian diperingati sebagai Hari Musik Nasional.

Nyatanya, sejarah memang tidak pernah tunggal, termasuk tanggal kelahiran sang Pahlawan Musik. Ada sejarah versi lainnya yang mengatakan WR Supratman justru lahir pada 19 Maret.


WR Supratman adalah seorang jurnalis yang juga pemusik. Dikutip dari berbagai sumber, ia terinspirasi menulis lagu kebangsaan karena membaca tulisan di sebuah surat kabar yang mengatakan negara lain telah memiliki lagu kebangsaan.

Sejarah 'Indonesia Raya' pun panjang. Lagu itu pertama kali dikumandangkan dalam Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928. Hari itu kemudian diperingati sebagai Sumpah Pemuda setiap tahunnya.

Namun setelahnya, 'Indonesia Raya' disebarluaskan oleh koran Sin Po edisi 10 November 1928. Semua lagu itu berjudul 'Indonesia'.

'Indonesia Raya' memiliki tiga stanza. Meski selama ini hanya stanza pertama yang kerap dinyanyikan pada upacara. Namun belakangan, dua stanza lainnya juga kerap dikumandangkan dalam acara terentu.

Berikut lirik lagu 'Indonesia Raya' tiga stanza:

I
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

II
Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya.

Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.

III
Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N'jaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.
S'lamatlah rakyatnya,
S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.

Refrain
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta
Indonesia Raya, Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.


Simak Video "Cerita Cinta Laura Sukses Melenggang di Kancah Musik Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/doc)


Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com