detikHot

music

Musyawarah Musik Nasional Bakal Bahas Pemetaan Masalah

Selasa, 18 Jun 2019 13:49 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Foto: Sarah Glandosch / dok. Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan Foto: Sarah Glandosch / dok. Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan
Jakarta - Sejumlah pihak akan bertemu untuk membicarakan langkah lanjutan yang akan diambil setelah RUU Permusikan resmi dicabut dari Prolegnas hari ini, Selasa (18/6/2019). Salah satu poin yang akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah membahas mengenai Musyawarah Musik Nasional.

Pertemuan itu bakal dihadiri oleh Koalisi Seni Indonesia (KSI), Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUUP), KAMI Musik Indonesia, Anang Hermansyah (Anggota Komisi IX, penginisiasi RUU Permusikan), dan Slank.

"Jadi masing-masing pihak kan sudah setuju untuk Musyawarah Musik Nasional. Cuma kapan dilaksanakannya, tempatnya dimana, tanggal berapa, agendanya apa saja, itu belum diputuskan," terang perwakilan dari KNTL RUUP, Wendi Putranto, saat dihubungi oleh detikHOT.




Meski pun agenda secara keseluruhan mengenai Musyawarah Musik Nasional belum dibicarakan secara pasti. Namun Wendi mengungkapkan bahwa salah satu yang akan menjadi agenda wajib dari musyawarah tersebut adalah pemetaan persoalan musik di Indonesia.

"Kalau agendanya salah satu yang sudah pasti bakal masuk itu pemetaan permasalahan industri musik Indonesia," tutur Wendi.

"Dipetain dulu masalahnya, kebutuhannya, problemnya apa yang perlu dicari solusinya. Jadi nanti baru ketahuan apakah kita perlu ada Rancangan Undang-Undang baru atau ternyata nggak perlu," sambungnya.

Musyawarah Musik Nasional menjadi salah satu poin yang dihasilkan dari Konferensi Meja Potlot yang berlangsung di Markas Slank, Potlot, Jakarta Selatan pada Februari 2019.

Hal tersebut dimaksudkan agar praktisi dan penggiat musik dari berbagai bidang dan daerah dapat ikut menyampaikan aspirasinya mengani permasalahan apa saja yang terjadi di dunia musik.




Ide tersebut lahir berdasarkan ketidaksetujuan para pelaku dan penggiat musik mengenai adanya RUU Permusikan.

RUU Permusikan memang menjadi polemik di kalangan praktisi musik, baik dari pihak musikus, promotor, label rekaman, maupun penggiat musik lainnya karena adanya sejumlah pasal yang dianggap janggal, tumpang tindih bahkan memiliki potensi menjadi pasal karet.

Diperbincangkan dalam beberapa pekan pada Februari hingga Maret 2019, sederet musisi yang tergabung di KNTL RUUP mendesak inisiator RUU Permusikan, Anang Hermansyah, untuk mencabut RUU itu dari Prolegnas. Pencabutan itu juga menjadi salah satu poin saat Konferensi Meja Potlot digelar pada Februari 2019.
(srs/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com