Dicuekin Presiden, Iga Mawarni Lapor DPR
Jumat, 07 Okt 2005 19:03 WIB
Jakarta - Jumat (7/10/2005) siang, belasan anggota Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) bertandang ke gedung DPR. Mereka ingin berkeluh kesah soal semakin maraknya pembajakan yang terjadi di Indonesia. Dan yang semakin disesalkan, pemerintahan SBY seperti tak berniat memberantas pembajakan yang telah merugikan negara trilyunan rupiah itu. "PAPPRI merasa pemerintah kurang perhatian atas pembajakan yang terjadi di Indonesia. Pemerintah tidak aware pada seni budaya. Kenapa suara kami tidak pernah dianggap?" tanya Iga Mawarni mewakili anggota PAPPRI lainnya saat bertemu dengan Agung Laksono selaku pimpinan DPR. Iga mengaku ia dan rekan-rekannya dari PAPPRI telah beberapa kali mencoba menghubungi Presiden SBY. Empat surat sudah dilayangkan, beberapa SMS juga sudah dikirimkan. Namun tanggapan juga belum didapat. "SMS sih dibalas. Tapi tulisannya cuma terima kasih atas partisipasinya," ujar penyanyi bersuara berat itu.Dharma Oratmangun yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga mengungkapkan uneg-unegnya. Beberapa waktu lalu, Dharma mengaku telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Diskusi belum dimulai, Menbudpar Jero Wacik sudah lebih dulu menyatakan tak punya uang. "Belum diskusi sudah bilang nggak punya duit. Kami minta perhatian, bukan minta duit," tuturnya. Menanggapi keluhan PAPPRI, Agung Laksono berjanji akan mendorong pemerintah agar peduli pada para artis. "Kami akan mendorong pemerintah melalui Dirjen Pajak agar hak-hak Anda jadi terlindungi. Juga agar hak-hak negara juga terlindungi dari pembajakan. Saat pertemuan dengan Presiden, kami juga akan mengemukakan hal ini," janji Agung. Selain itu, rapat gabungan DPR akan digelar untuk membahas lebih lanjut soal pemberantasan pembajakan. (ine/)











































