Paramitha dan Ully Rusady Berjuang di Sarajevo

Paramitha dan Ully Rusady Berjuang di Sarajevo

- detikHot
Kamis, 15 Sep 2005 18:14 WIB
Paramitha dan Ully Rusady Berjuang di Sarajevo
Jakarta - Sarajevo, bagi Paramitha Rusady dan Ully Rusady merupakan tempat perjuangan. Bukan ikut peperangan mengangkat senjata, melainkan berjuang untuk memenangkan kompetisi di Music World Festival di Sarajevo.Paramitha Rusady dan kakaknya itu tidak berangkat berdua. Bersama kelompok 'Nyanyian Alam' pimpinan Ully, mereka menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi tersebut. Saingannya beberapa negara di Asia, Eropa Timur dan Afrika.Dalam The World Music Festival yang akan berlangsung pada 29 September 2005, kelompok musik yang terdiri dari 9 personel itu akan membawakan 10 lagu. Salah satunya berjudul 'Musim Tanam' karya Ully Rusady. Musik dalam lagu ini dianggap memenuhi persyaratan utama festival tersebut, yakni komposisi musik unik dan populer dengan dasar musik etnis dari tiap negara yang bahasa nasional.Menurut Ully, lagu karyanya itu dibuat dengan kesan musik energik, spiritual dan magic. Tentu saja ini juga mewakili jiwa aktivis alam tersebut untuk melestarikan hutan, alam dan lingkungan."Ini pertamakali saya mendapat kesempatan menyatakan isi hati saya di luar negeri. Dan di acara ini juga kesempatan saya menyuarakan keindahan alam Indonesia yang cantik dan menarik," tutur Ully Sigar saat jumpa pers di Kantor Kementrian Parawisata dan Kebudayaan, Jl. Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2005).Sarajevo yang sempat terkenal sebagai kawasan peperangan tak membuat Paramitha dan rombongan gentar. "Khawatir sih nggak. Kan peperangannya sudah lewat 15 tahun lalu. Walau penginapan kita nanti bekas terkena rudal, ya di mana saja kan bisa terjadi," imbuh istri Nenad Bago itu di tempat yang sama.Rombongan yang juga terdiri dari beberapa perwakilan pemerintah akan bertolak menuju Sarajevo pada 21 September 2005. Yang membanggakan, salah satu pengamat musik Indonesia, Bens Leo, juga ditunjuk sebagai salah satu juri, mewakili Indonesia.Selain Indonesia, negara-negara yang ikut berpartisipasi antara lain Tunisia, Mesir, Emirat Arab, Iran, Irak, Malaysia, Pakistan, Turki, Serbia, Bosnia dan Herzegovina. Bukan hanya berkompetisi, kelompok musik etnik itu juga akan menggelar Green Concert di beberapa negara, antara lain kota Vienna (Austria), Sarajevo (Bosnia) dan Zagreb (Kroasia).Mampukah Indonesia menjadi sang juara? Menurut Alex Kumara, pimpinan TVRI yang mengajak Ully Sigar, kesempatan itu cukup besar jika bangsa Indonesia ikut serta memilih kelompok 'Nyanyian Alam'. Pasalnya, selain melalui penjurian, pemenang juga ditentukan melalui polling. Masyarakat di 15 negara juga akan turut menyuarakan suaranya untuk memilih peserta yang layak tampil melalui siaran TV di negara masing-masing, termasuk Indonesia yang diwakili oleh TVRI.Kabar baik diharapkan akan dibawa pulang oleh kelompok ini yang akan kembali ke tanah air pada 4 Oktober mendatang. Ully Sigar dan Paramitha juga berharap mereka kembali membawa prestasi yang gemilang. Semoga. (ana/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads