Coldplay Dicela di Amerika
Selasa, 06 Sep 2005 17:15 WIB
Jakarta - Coldplay termasuk band sukses di dunia, termasuk di Amerika Serikat. Tiket konser mereka laris manis. Hanya saja, sambutan media musik AS cukup pahit mengritik band asal Inggris itu.Kesulitan memasuki pasar musik Amerika memang sudah dirasakan banyak musisi Inggris. Craig Davids, Robbie Williams dan Victoria Beckham pernah merasakan sakitnya ditolak publik AS. Padahal, di Inggris dan negara lain musik mereka banyak disukai.Kali ini giliran Coldplay merasakan hantaman media musik AS. Bagi Chris Martin, hal ini sangat menohok dirinya.Ini beberapa review yang lebih cenderung mencela ketimbang pujian.New Tork Times menyatakan band asal Inggris ini merupakan band 'mana tahan' sepanjang dekade ini. Maksudnya, suara Chris Martin dianggap berada di antara menyanyi yodel dan tersedu-sedu. Tak hanya itu, harian besar ini juga menilai album 'X&Y' yang menjadi nomor satu di 29 negara termasuk Amerika, sebagai modal mencari uang dan meningkatkan citra mereka.Senada dengan media di atas, Rolling Stone menyebut Chris sebagai pentolan band yang menyedihkan, sementara sebagai grup Coldplay dianggap band yang berusaha tidak tenggelam dari kedataran. Majalah Spin menambahkan bahwa Coldplay menghasilkan cinta palsu seperti perusahaan Ford memproduksi Mustangs.Menanggapi kritikan menghunus itu, Chris berusaha tetap tenang. Ia akui itu sangat menyakitkan. Tapi itulah demokrasi. Dan yang terpenting adalah fakta yang menjawab. Dalam tur 40 kotanya di Amerika, Coldplay akan menjawab semua kritikan tersebut."Opini mereka sangat menyudutkan, tapi itu fair. Itulah demokrasi. Anda tak bisa berhenti hanya karena satu kota melawan Anda." Jawaban diplomatis Chris seperti dilansir Mirror, Selasa (6/9/2005). (ana/)











































