detikHot

music

'Bohemian Rhapsody' Kenyataan atau Fantasi?

Senin, 05 Nov 2018 18:12 WIB Nugraha - detikHot
Foto: Instagram Queen Foto: Instagram Queen
Jakarta - 'Is this the real life? Is this just fantasy?' petikan lirik awal lagu 'Bohemian Rhapsody' itu kini makin banyak diperbincangkan. Apakah biografi Queen itu kisah asli atau fiksi?

Setelah Freddie Mercury meninggal pada 1991, para pembuat film hanya punya akses ke perpustakaan untuk mengungkap kenangan dan lagu-lagu Queen. Tapi dengan kerja sama, selalu ada jalan untuk memuluskan cerita seperti dalam skenario garapan Anthony McCarten.

Freddie alias Farroukh Bulsara saat Remaja

'Bohemian Rhapsody' Kenyataan atau Fantasi?Foto: Dok. Twentieth Century Fox Film Corporation
Seperti dalam film, Freddie Mercury lahir dengan nama Farrokh Bulsara dan tetap jadi satu-satunya bintang rock keturunan Parsi. Seperti yang diungkapkan oleh satu karakter filim itu.

Zanzibar yang menjadi tempat kelahiran Freddie seperempatnya beragama Zoroaster, termasuk Freddie yang harus pergi ke India untuk menghindar dari penganiayaan lebih dari satu milenium.

Freddie yang ketika itu masih remaja jadi salah satunya yang lari ke India lalu menetap di Inggris. Film ini hanya menyinggung tentang sosok Freddie yang dimulai dari Inggris.

Freddie Cinta Kucing Layaknya Anak

Sebelum kembali ke Freddie muda, film ini dibuka dengan dirinya berada di rumah pada 1985 untuk tampil dalam konser Live Aid. Ada beberapa kucing terlihat di rumah mewah kota London tersebut.

Pada suatu titik, ia menyebutkan masing-masing kucing itu punya kamar sendiri. Ia juga kerap melakukan hal aneh dengan menelepon kucingnya saat berada jauh dari rumah.

"Dia akan ke hotel, lalu kami meneleponnya dan dia benar-benar berbicara dengan kucingnya," tulis Peter Freestone, asisten pribadi Freddie selama 12 tahun jadi penyanyi.

Dalam memoar 'Mercury and Me', Jim Hutton menulis Freddie memperlakukan kucing seperti anak-anaknya sendiri. Ia bahkan menciptakan lagu 'Delilah' untuk kucing kesayangannya.

Kedekatan Freddie dengan Mary Austin

Setelah lampu kilat berkilauan di Live Aid, film ini menunjukkan Freddie menjelajahi dunia musik London sebagai pemuda 18 tahun. Era 70'an itu memang penuh dengan gemerlap.

Selama pencariannya itu, Freddie berjumpa dengan Mary Austin dan keduanya segera menjadi sepasang kekasih. Mereka hidup bersama selama enam tahun sampai Freddie sadar, bahwa ia biseksual.

Freddie mengaku kepada Mary, dirinya pernah berhubungan dengan pria di jalan. Meski pengakuan itu tak membuat mereka saling berjauhan. Austin masih jadi teman dekat Freddie, sebelum memutuskan untuk menikah dengan pria lain.

Freddie tinggal bersama Austin selama enam tahun dan dalam film dokumenter mengatakan: "Satu-satunya teman yang saya miliki adalah Mary, dan saya tak ingin orang lain. Bagi saya, dia adalah istri, bagi saya itu adalah pernikahan."

Sejauh mana Freddie menghargai sosok Austin diperlihatkan oleh fakta ia meninggalkan setengah hartanya, termasuk townhouse Kensington. Selain itu, ia juga mempercayakan Austin sebagai orang yang mengubur abu dan menyimpan rahasia tempat penguburan tersebut.

Terbentuknya Queen

'Bohemian Rhapsody' Kenyataan atau Fantasi?Foto: Instagram Queen
Dalam film ini, Freddie muda bekerja di Bandara Heathrow sambil menghabiskan malam melihat pemandangan musik di London. Lalu ada band bernama Smile yang anggotanya ada Roger Taylor dan Brian May. Freddie memperlihatkan dirinya sebagai sosok pengganti vokalis utama.

May dan Taylor meragukan orang asing yang tak berpengalaman ini, tapi Freddie membuktikan diri dengan kekuatan vokalnya.

Ada banyak sumber mengenai versi asal band ini. Kenyataannya, Freddie tahu Stafell dari Ealing Art College, tempat mereka kuliah.

Stafell lalu memperkenalkan Freddie kepada teman-temannya di band pada 1968. Freddie awalnya seorang pemain keyboard, meski selalu ingin menjadi seorang vokalis.

"Jika saya jadi vokalis, saya akan menunjukkan pada kalian bagaimana tampil," kata Freddie.

"Kamu tak berpakaian dengan benar, kamu tak menyapa penonton dengan benar," tutur May.

Tapi faktanya, setelah Stafell berenti, May, Taylor dan Freddie yang tinggal satu apartemen tak punya pilihan lain untuk kekosongan itu. Freddie pun secara alami mengisi posisi tersebut.

Sosok Villain dari Paul Prenter

Sejauh menyangkut film ini, villain utamanya adalah Paul Prenter, yang memulai karier sebagai wakil manajer dari John Reid, manajer Freddie. Film ini menunjukkan Prenter mengkhianati Reid saat menghadapi masalah dengan CBS Records. Ia juga jadi orang yang meminta Freddie memecat Reid karena ketidaksetiaannya.

Setelah Freddie pindah ke Munich, Prenter mengubah rumah Freddie jadi pusat pesta dan mengisolasi Freddie agar lebih jauh dari Austin hingga May. Freddie lalu mencampakkan Prenter setelah dibujuk oleh Austin untuk kembali ke Inggris.

Prenter merupakan manajer Freddie sekitar 1980 hingga 1985, dan ia juga dikenal tak terlalu dekat dengan anggota band lainnya. Bahkan ketika 1982, Queen membuat album Hot Space yang kurang laku di pasaran, meski ada lagu 'Under Pressure' yang indah ditulis bersama David Bowie, May dan Taylor menyalahkan Prenter atas pengaruh jahatnya.

Prenter dianggap rekan-rekan satu band sebagai parasit yang menggerogoti tubuh Freddie. Reputasi itu makin buruk ketika ia berkoar-koar pada The Sun soal kehidupan pribadi Freddie. Kala itu, Prenter bahkan mengungkap sosok Jim Hutton adalah kekasih Freddie.


[Gambas:Youtube]



Tonton juga '''Bohemian Rhapsody'' Duduk Manis di Puncak Box Office Pekan Ini':

[Gambas:Video 20detik]



'Bohemian Rhapsody' Kenyataan atau Fantasi?

(nu2/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed