detikHot

music

Membedah 'Imagine' hingga Pertemuan John Lennon dan Yoko Ono

Jumat, 02 Nov 2018 16:18 WIB Nugraha - detikHot
John Lennon Foto: dok. Facebook John Lennon Foto: dok. Facebook
Jakarta - 'Imagine' merupakan lagu yang masih saja relevan dengan berbagai zaman. Lagu ini dianggap sebagai ode untuk idealisme.

'Imagine' memang bisa banyak diartikan sesuai dengan keinginan pendengarnya. Bagaimana John Lennon bisa menggarap lagu secanggih itu?

Lennon membuat lagu tersebut pada 1971, tiga tahun sejak ia bersama Yoko Ono. Padahal ketika itu, Ono dicerca oleh beberapa orang karena dianggap jadi perusak rumah tangga personel The Beatles itu dengan Cynthia.

Belakangan, Ono ternyata bertanggung jawab atas terciptanya 'Imagine'. Bahkan pada 2017, ia secara resmi dianggap sebagai penulis lagu ikonik tersebut selain John Lennon.




Dalam buku yang dirilis Thames dan Hudson, ada beberapa kenangan yang tertuang. Salah satunya tentang, Lennon dan Ono yang memang saling terinpirasi dari pertemuan pertama mereka.

Lennon pergi ke acara Ono di galeri Indica London pada 1966. Ketika itu, Lennon ingin membeli karya milik Ono yang berjudul Hammer a Nail in. Namun Ono tak membiarkan pria itu bertindak semena-mena.

"Saya berkata, baiklah, jika dia membayar lima Shilling, itu oke. Karena saya memutuskan bahwa lukisan itu tak akan pernah dijual," katanya dalam buku tersebut.

Ketika itu, Ono tak pernah mengenal sosok Lennon. Ia mendengar tentang The Beatles tapi hanya tahu nama Ringo Star sebagai personel di dalamnya.

Jauh sebelum pertemuan itu, Lennon mengaku selalu bermimpi bertemu dengan seorang seniman wanita yang akan dicintainya.

Yoko OnoYoko Ono Foto: Istimewa
Pertemuan mereka berlanjut, hingga Ono menulis buku 'Grapefruit'. Isi dari buku tersebut ternyata mempengaruhi sosok Lennon. Di dalamnya tertuang mengenai imajinasi tentang awan menetes, menggali lubang di kebun, membiarkan ikan mas berenang di langit hingga bayangan tentang seribu matahari di saat yang sama.

'Imagine' disebut tak akan pernah bisa ditulis tanpa Ono. Sebab, ia punya kontribusi banyak dalam menciptakan lirik, meski pada awalnya ada rasa egois untuk tak mengakui kontribusi tersebut. Dan belakangan, ternyata ada alasan kuat di balik semua itu.

Dalam buku tersebut, Ono mengungkapkan kondisi Inggris ketika itu. Ia tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada penilaian publik setelah mengetahui mereka adalah pasangan.

"John berada pada atmosfer itu. Jadi kami sangat terkejut tentang apa yang disebut masyarakat hip yang kami miliki saat itu, berbalik melawan kami setelah kami mengumumkan kebersamaan. Mereka tak akan terima ketika idola mereka memilih seorang wanita Oriental sebagai rekannya," kata Ono.

Ono sadar betul hal tersebut tidaklah mudah. Meski pengalaman sulit itu mereka lalui dengan rasa senang bahkan dijadikan sebagai humor saja. Dan, ia juga menganggap semua itu jadi salah satu bagian besar dari 'Imagine'.


[Gambas:Youtube]



Dalam lirik lagu tersebut, mereka membayangkan adanya dunia lain selain bumi yang mereka tinggali. Mereka juga memproyeksikan pandangan masa depan yang begitu negatif. Tak cuma itu saja, Lennon bahkan menulis lirik merujuk kepada keinginan manusia untuk bisa terbang.

"Mungkin sudah memakan waktu lama, tapi butuh seseorang untuk membayangkannya terlebih dahulu," kata Lennon.

Berbagai terobosan besar disebutnya hanya bisa terjadi ketika seseorang berimajinasi. Dan, bayangan itulah yang akhirnya tertuang dalam lirik 'Imagine'.

"Kenikmatan terbesar saya adalah menulis lagu, kata dan lirik yang telah berlangsung sejak beberapa tahun ini. Lagu-lagu yang siapa pun bisa menyanyikannya. Lagu yang akan hidup lebih lama dari saya, mungkin. Dan itu memberi saya sebuah kebahagiaan terbesar," tukasnya.
(nu2/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com