DetikHot

music

Grup Musik Sinar Kelana, 40 Tahun Bertahan dengan Tembang Lawas

Senin, 20 Ags 2018 17:54 WIB  ·   Imam Suripto - detikHOT
Grup Musik Sinar Kelana, 40 Tahun Bertahan dengan Tembang Lawas Sinar Kelana Foto: Imam Suripto
Brebes - Di tengah maraknya serbuan musik modern, sebuah grup musik dangdut usang asal Brebes, Jawa Tengah ini, ternyata masih tetap eksis dengan lantunan lagu lagu lamanya. Kelompok musik ini banyak diminati meski grup ini sebenarnya sama sekali tidak mengenal lagu-lagu baru yang banyak bermunculan.

Lagu andalan kelompok orkes ini salah satunya adalah 'Kuasa Illahi' yang dinyanyikan oleh Ida Laela dan pernah hits pada tahun 1960-an. Selain lagu ada lagu berjudul mencari mangsa yang pernah tenar di era yang sama, juga ada lagu 'Suara Hati', 'Kecipak Kecipung' dan 'Termenung'.

Meski selalu membawakan lagu yang sudah sangat lama, kelompok musik lagu-lagu usang di Brebes, tetap eksis. Kelompok musik dangdut lawas ini tergabung dalam OM Sinar Kelana. Anggotanya ada 11 orang dan semuanya pecinta dangdut lama. Anggota kelompok ini pun rata-rata sudah berumur di atas 50 tahun.

Menurut sejarahnya, grup ini dibentuk oleh pendahulunya sekitar 40 tahun lalu dengan nama OM Al Fajar. Awalnya mereka mendirikan grup ini sebagai grup musik biasa, layaknya kelompok organ tunggal seperti saat ini. Lagu yang didendangkan juga yang tengah hit pada masa itu.
sinar kelanasinar kelana Foto: Imam Suripto
Dalam setiap pentas, lagu yang ditampilkan adalah dangdut era 60 dan 70-an, di mana penyanyi legendaris seperti Elvi Sukaesih, Ellia Kadam, Mashabi, dan Muksin Alatas sedang dalam puncak ketenaran.

Seiring berjalan waktu hingga sekarang, di mana banyak bermunculan musik dangdut modern, mereka tetap bertahan pada pakemnya, yaitu dangdut lama.
Tembang yang mereka bawakan tetap tidak juga berubah. Lagu hits tahun 60 sampai 70-an tetap menjadi andalannya.

"Awalnya muncul kekhawatiran, grup ini akan tenggelam karena tidak bisa menyesuaikan perkembang lagu dangdut zaman sekarang," ujar Siti Khuliyah, biduanita OM Sinar Kelana yang kini sudah berumur 58 tahun.

Saat ditemui di sebuah acara hajatan, mereka mengaku optimis bisa bersaing dengan kelompok musik modern. Dengan tetap mempertahankan pakemnya mereka bahkan menemukan jati dirinya sebagai grup orkes yang mampu melestarikan lagu lagu legendaris tempo dulu.

Kendati sudah lebih dari 40 tahun, mereka tetap bertahan dengan ciri khasnya ini. Penggemarnya pun bermacam-macam, mulai dari kalangan tua maupun muda.

"Rupanya ada juga anak muda yang doyan lagu-lagu dangdut lama. Enak didengar mungkin, jadi banyak yang suka," ujar Siti Khuliyah.

Ketua grup OM Sinar Kelana, Afid (63) menjelaskan, bagi anggota grup musik ini, lagu lagu dangdut sekarang sudah tidak murni lagi. Musiknya pun sudah banyak dipengaruhi aliran musik di luar dangdut. Tak heran, anggota OM Sinar Kelana ini sama sekali tidak hafal dengan lagu baru.

"Jadi kalau pas pentas, jangan minta lagu yang judulnya 'Syantik'," katanya berkelakar.

Dikatakan pula, sejatinya penggemar kelompok musik ini adalah para orang tua, bagi mereka, grup musik ini bisa mendatangkan kenangan tempo dulu sewaktu masih muda. Untuk menjaga eksistensinya, hampir setiap bulan selalu melakukan latihan keliling. Latihan ini sekaligus mengenalkan dan mengingatkan kembali lagu lagu lama.

Soal eksistensi kelompok musik ini, sejarawan pantura, Wijanarto menjelaskan, OM Sinar Kelana merupakan salah satu orkes Melayu yang sudah lama dikenal di Kabupaten Brebes.

sinar kelanasinar kelana Foto: Imam Suripto
Yang menarik dari kelompok ini kata Wijanarto adalah keanggotaan orkes ini dipertalikan dari keluarga dan wilayah yang sama yaitu Kampung Kauman.

"Ini berbeda dengan musik dangdut lain yang banyak mengadopsi dari jenis musik remix, hip hop. Sinar Kelana mempertahankan akar dangdut dari Melayu. Penggunaan kendang tabla, akordion adalah salah satunya," urai Wijanarto.

Saat ini, Sinar Kelana menghadapi krisis regenerasi pemusik dan penyanyinya. Sekarang, rata rata anggota grup berusia diatas 55 tahun bahkan ada yang 60 tahun lebih.
(dar/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed