DetikHot

music

'Racun Transparan', Lagu Terakhir KH Buchori untuk Nasida Ria

Kamis, 17 Mei 2018 16:03 WIB  ·   Angling Adhitya Purbaya - detikHOT
Racun Transparan, Lagu Terakhir KH Buchori untuk Nasida Ria Nasida Ria. Foto: Dyah Paramita Saraswati
Semarang - Lagu 'Perdamaian' mulai sering terdengar terutama ketika memasuki bulan Ramadan karena bertemakan reliji. Lagu tersebut seolah mengiringi kepergian penciptanya yaitu KH Ahmad Buchori Masruri yang meninggal di awal bulan Ramadan tahun ini.

'Perdamaian' memang lebih akrab dengan grup musik GIGI, namun penyanyi aslinya adalah grup kasidah legendaris asal Semarang yaitu Nasida Ria. Tentu saja kepergian KH Buchori Masruri membuat personel Nasida Ria tidak bisa membendung air mata.

"Tidak bisa kami lupakan, sebagai guru besar kami dari teman-teman Nasida Ria, Kiai kami, penasehat kami. Kami seperti bapak dan anak," kata salah satu personel Nasida Ria, Hj Afuwah yang menangis di rumah duka, Sambiroto, Semarang, Kamis (17/5/2018).


Tidak hanya satu atau dua lagu yang diciptakan almarhum untuk Nasida Ria, tapi puluhan lagu sejak tahun 1980-an. Lagu paling terkenal yaitu 'Perdamaian', kemudian ada Tahun 2000, 'Wajah Ayu Untuk Siapa', 'Wartawan Ratu Dunia', dan banyak lagi.

Dalam waktu dekat, Nasida Ria akan meluncurkan album terbaru dan di dalamnya ada lagu baru yang diciptakan KH Buchori Samsuri. Lagu itu menjadi lagu terakhir yang diserahkan kepada Nasida Ria.

"Bapak tidak sempat menyaksikan atau menikmati lagunya rilis. Insyaallah kalau tidak pas Ramadhan ya Lebaran," pungkas Afuwah.

Hj AfuwahHj Afuwah, salah satu personel Nasida Ria. Foto: Angling
Lagu terakhir tersebut berjudul 'Racun Transparan'. Seperti lagu-lagu lainnya ciptaan KH Buchori, lagu itu juga memiliki makna dan nasehat serta tentu saja bahasa yang lugas. KH Buchori berpesan dalam lagu itu agar anak muda tidak tenggelam dalam sisi negatif teknologi.

"(Judul lagunya) 'Racun Transparan', karena mulai zaman kayak gini, pak Kiai Buchori mengatakan tahun 2030 bisa transparan lewat teknologi, apa-apa baik buruk bisa kita lihat lewat handphone contohnya. Anak-anak zaman yang akan datang nanti mudah-mudahan bisa menghindari teknologi yang sisinya kurang baik," terang Afuwah.

Pengelola Grup Nasida Ria, Cholil Zain juga mengenang pesan KH Buchori ketika menyerahkan lagu 'Racun Transparan' itu.

"Beliau bilang, dek Cholil, ini lagu untuk sampean sing terakhir, itu beberapa bulan lalu. Kita memang sedang membuat almbum volume 35," terang Cholil.

Menciptakan Lagu Tanpa Bisa Main Alat Musik

KH Buchori memang banyak dikenal sebagai mantan ketua PWNU Jateng dan sering ceramah ke berbagai tempat. Namun ia sudah punya jiwa seni sejak lama hingga akhirnya bertemu Nasida Ria dan mulai berdakwah lewat lagu.

Anak pertama Buchori, KH Haedar Buchori mengatakan ayahnya memang punya jiwa seni dan ikut teater di NU. Kemudian sekitar tahun 80-an, bertemulah dengan Nasida Ria dan mulai sering menciptakan lagu.

"Bapak kalau cerita punya sense of art. Bapak sebelum jadi komponis, main teater di Lesbumi NU, kemudian kenal Nasida Ria, jiwa seni muncul lagi dengan bentuk mengarang lagu," kata Haedar.


Banyak lagu yang diciptakan untuk Nasida Ria yaitu mulai dari Perdamaian yang juga dibawakan oleh band Gigi, kemudian beberapa lagu yang baru-baru ini kembali viral yaitu Wajah Ayu Milik Siapa yang memiliki lirik "kampret" dalam lagunya, kemudian Wartawan Ratu Dunia.

Namun Haedar mengungkapkan keunikan ayahnya saat menciptakan lagu karena tidak bisa bermain alat musik. KH Buchori saat menciptakan lagu memanfaatkan tape compo dengan dua slot kaset.

"Bapak sebenarnya nggak bisa alat musik, hanya rengeng-rengeng (bersenandung). Pakai tape double cassette, satu musik yang satu isi, direkam, musiknya pakai penggalan-penggalan lagu disatukan," ujar Haedar.


Uniknya dalam lagu ciptaan KH Buchori, seolah memprediksi kondisi di masa depan. Haedar menceritakan, dalam penciptaan lagu Wartawan Ratu Dunia, KH Buchori terinspirasi saat menonton televisi yang kala itu hanya bisa menampilkan TVRI dengan program unggulan Dunia Dalam Berita.

"Ada lagi lagu 'Tahun 2000' itu juga lagu prediksi," ujarnya.

Kini meski KH Buchori sudah tiada, hasil karyanya bakal sangat dikenang. Lagu-lagu reliji dengan bahasa lugasnya kerap terdengar ketika bulan Ramadan.
(alg/srs)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed