Gibson Yakin Gitar Les Paul Cs Bisa Stabilkan Perusahaan

Nugraha - detikHot
Kamis, 03 Mei 2018 15:02 WIB
Gibson Les Paul Model Foto: Rick Diamond/Getty Images for Webster PR
Jakarta - Merek Gibson pembuat gitar rock legendaris seperti Les Paul, SG dan Flying V bangkrut. Investasi mereka untuk alat elektronik gagal terbayarkan.

Perusahaan yang berbasis di Nashville, yang didirikan pada tahun 1894 itu menyatakan dalam sebuah surat. Pihaknya berencana untuk melanjutkan bisnis merancang, membangun dan menjual alat-alat musik, termasuk merek seperti Wurlitzer, Dobro dan Epiphone.

"Selama 12 bulan terakhir, kami telah membuat langkah besar melalui restrukturisasi operasional," kata CEO Gibson, Henry Juszkiewicz, pemilik 36% perusahaan, dalam sebuah pernyataan.


Ia menambahkan bahwa Gibson, yang mempekerjakan 875 pekerja di Nashville, Memphis dan Bozeman, Montana, akan fokus kembali pada bisnis inti yaitu alat musik. "Kami percaya itu akan menjamin stabilitas jangka panjang perusahaan dan kesehatan keuangan".

Juszkiewicz membeli perusahaan itu pada 1986 seharga 5 juta USD. Ia memang dikenal sebagai orang yang punya mimpi besar dengan ekspansi di dunia elektronik memakai nama besar Gibson.

"Semuanya saya lakukan untuk musik," katanya kepada Washington Post tahun lalu.


"Tidak masalah apakah itu pembuatan musik dengan instrumen atau mendengarkan musik dengan player. Bagi saya, kami adalah perusahaan musik. Itulah yang saya inginkan. Dan saya ingin menjadi nomor satu. Dan, Anda tahu, tidak ada orang lain yang melamar pekerjaan saat ini."

Selama beberapa tahun terakhir, pendapatan tahunan Gibson turun dari 2,1 miliar USD menjadi 1,7 miliar USD pada 2017. Pembelian divisi audio Philips seharga 135 juta USD pada tahun 2014 terbukti merupakan keputusan buruk. (nu2/dar)