DetikHot

music

Melancholic Bitch Ungkap Alasan Kembali Bermusik

Selasa, 10 Okt 2017 17:15 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Melancholic Bitch Ungkap Alasan Kembali Bermusik Melancholic Bitch di Synchronize Festival 2017. Foto: Hanif Hawari
Jakarta - Pada 9 September 2017 kemarin, Melancholic Bitch akhirnya merilis sebuah album baru setelah nyaris delapan tahun sejak album 'Balada Joni dan Susi' rilis 2009.

Album yang juga merupakan album ketiganya itu diberi judul 'NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) Bagian Pertama'.

Ditemui usai tampil di Synchronize Fest 2017 hari kedua, Sabtu (8/9/2017), bassis band asal Yogyakarta tersebut, Richardus Arditya, berbincang mengenai alasan bandnya kembali.

"Itu seperti kewajiban ya, apa ya, tanggung jawab. Ya bukan bertanggung jawab sih. Maksudnya kan kami punya orang-orang yang mendengarkan kami, orang-orang yang antusias dengan karya kami," jawabnya ketika ditanyai alasannya Melancholic Bitch kembali.

Menurutnya, kesibukan masing-masing yang akhirnya membuat Melancholic Bitch baru bisa kembali sekarang. Apalagi kini sang vokalis band tersebut, Ugoran Prasad atau Ugo, bermukim di Australia.

"Ini momennya pas aja sih, kami bisa ngumpul lagi. Kami kan masing-masing punya kesibukan sendiri-sendiri. Nah tahun ini kebetulan bisa ketemu," ujarnya.

Selama ini, Melancholic Bitch dikenal sebagai band dengan kualitas musik dan lirik yang jempolan namun jarang terlihat tampil. Lantas, apakah dengan keluarnya album baru akan membuat mereka jadi rajin untuk manggung?

Richardus Arditya rupanya mengatakan, Melancholic Bitch akan tetap menjadi band seperti apa yang selama ini dikenal.

"Ya kami bakal jadi 'hantu' lagi. Karena kami bukan rockstar ya. Bukan tipikal yang bisa seminggu sekali tur, kayanya bukan itu sih kami," jawabnya.

Selain karena kesibukan, rupanya ada hal 'sakral' tentang cara mereka memandang musik yang membuat Melancholic Bitch memilih untuk jarang manggung.

"Buat kami musik itu gimana ya, hobi tapi bukan sekadar hobi. Beban sih iya ketika kamisudah lama tidak bermusik, karena kami kan harus main musik, tapi bukan dengan cara industri ya," urainya.

Bukannya tak mau masuk ke dalam industri musik, hanya saja, Richardus Arditya khawatir, apabila telah masuk industri, mereka justru akan memperlakukan proses membuat musik tak ubahnya seperti mesin.

"Yang kami nikmati ya main kadang-kadang, jarang-jarang main, kaya gitu deh. Memang basic-nya kami juga bukan orang industri jadi kayanya kalau harus jadi mesin, kurang sip sih," tuturnya.


(srs/dar)

Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed