Dilaporkan Music Venue Trust yang dilansir BBC, Selasa (5/9/2017), dari 700 venue untuk musik di Inggris, jumlahnya turun drastis. Setidaknya, saat ini hanya ada 450 lokasi yang masih beroperasi menjadi wadah para musisi.
Penutupan tersebut karena imbas dari tingginya biaya sewa lokasi di beberapa tempat di Inggris. Sebagian lainnya memilih tak membuka lagi lokasinya karena keluhan kebisingan dari masyarakat sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran di dunia musik Inggris. Banyak yang beranggapan calon musisi besar akan sulit lahir jika venue tempat mereka memamerkan suaranya tidak lagi tersedia.
"Tidak banyak tempat bagi seniman baru untuk mencoba materi mereka dan menciptakan basis penggemar," ujar Tim Hopkins, pengelola salah satu venue berkapasitas 150 orang.
"Ini (venue kecil) adalah batu loncatan. Tanpa ini, Anda tidak bisa kemudian bermain di Royal Albert Hall atau arena besar seperti O2. Anda memerlukannya di sini," tambahnya.
Akhirnya, petisi pun dibuat. Kemudian, dari sana, lahir sebuah gagasan untuk membuat festival amal.
Baca juga: Musik Sudah Membaur dan Lebih Bisa Dijangkau |
Acara itu rencananya diberi nama Fightback 2017. Nantinya, di festival itu para penggagas akan mengumpulkan dana untuk membantu para pemilik venue.
"Venue ini dijalankan oleh orang-orang yang penuh gairah terhadap berlangsungnya musi live di kota atau kota mereka, mereka tidak mendapatkan keuntungan di sini," ujar Mark Davyd, salah satu penggagas acara tersebut. (dar/nu2)











































