Inggris Gelar Festival untuk Bantu Maraknya Venue Musik yang Tutup

Inggris Gelar Festival untuk Bantu Maraknya Venue Musik yang Tutup

Dicky Ardian - detikHot
Selasa, 05 Sep 2017 15:16 WIB
Inggris Gelar Festival untuk Bantu Maraknya Venue Musik yang Tutup
Ilustrasi festival musik. Foto: Getty Images
Jakarta - Selama sedekade terakhir, venue-venue kecil untuk musik banyak yang tutup di Inggris. Kenyataan itu menimbulkan kekhawatiran regenerasi musisi.

Dilaporkan Music Venue Trust yang dilansir BBC, Selasa (5/9/2017), dari 700 venue untuk musik di Inggris, jumlahnya turun drastis. Setidaknya, saat ini hanya ada 450 lokasi yang masih beroperasi menjadi wadah para musisi.

Penutupan tersebut karena imbas dari tingginya biaya sewa lokasi di beberapa tempat di Inggris. Sebagian lainnya memilih tak membuka lagi lokasinya karena keluhan kebisingan dari masyarakat sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran di dunia musik Inggris. Banyak yang beranggapan calon musisi besar akan sulit lahir jika venue tempat mereka memamerkan suaranya tidak lagi tersedia.

"Tidak banyak tempat bagi seniman baru untuk mencoba materi mereka dan menciptakan basis penggemar," ujar Tim Hopkins, pengelola salah satu venue berkapasitas 150 orang.

"Ini (venue kecil) adalah batu loncatan. Tanpa ini, Anda tidak bisa kemudian bermain di Royal Albert Hall atau arena besar seperti O2. Anda memerlukannya di sini," tambahnya.

Akhirnya, petisi pun dibuat. Kemudian, dari sana, lahir sebuah gagasan untuk membuat festival amal.


Acara itu rencananya diberi nama Fightback 2017. Nantinya, di festival itu para penggagas akan mengumpulkan dana untuk membantu para pemilik venue.

"Venue ini dijalankan oleh orang-orang yang penuh gairah terhadap berlangsungnya musi live di kota atau kota mereka, mereka tidak mendapatkan keuntungan di sini," ujar Mark Davyd, salah satu penggagas acara tersebut. (dar/nu2)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads