Kontrak Iklan Melayang, Dewa Tuntut FPI
Kamis, 21 Apr 2005 22:46 WIB
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) menuding Dewa telah melakukan pelecehan terhadap umat Islam. Gara-garanya, dalam sebuah acara yang ditayangkan langsung Trans TV, Minggu (10/4/2005), Dewa telah menginjak-injak karpet bergambar mirip bintang yang kemudian diyakini FPI sebagai kaligrafi bertuliskan Allah. Gambar tersebut juga dipakai di cover album terbaru Dewa. Beberapa hari setelah kejadian itu, lewat sejumlah infotainment, FPI lewat mantan pimpinannya, Habib Riziq, meminta Dewa untuk mengajukan permohonan maaf. Jika tidak, FPI akan menuntut lewat jalur hukum. Habib Riziq juga mengatakan Dewa tidak pantas menggunakan kaligrafi bertuliskan Allah tersebut sebagai cover album. Menurutnya, kaligrafi tersebut boleh digunakan oleh grup sejenis nasyid. Untuk Dewa yang musiknya didengarkan sambil berjingkrakan, Habib Riziq tak setuju. Menanggapi hal tersebut, Dhani, pentolan Dewa, tidak terima. Ia menilai FPI telah melakukan fitnah. "Saya merasa difitnah dan dibunuh karakter. Selama ini saya termasuk penulis lirik yang cukup religius dan Pak Riziq nampaknya tidak tahu itu. Jadi itu membunuh karakter saya," tutur Dhani pada para wartawan usai bertemu Gus Dur di kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Kamis (22/4/2005) malam. Karena itu, Dhani pun berniat menuntut Habib Riziq. Tapi niat tersebut belum bulat. Dhani masih ingin berdiskusi dengan beberapa pihak untuk menentukan apakah nantinya ia akan menuntut atau memaafkan. Namun jika tahun depan Dewa kehilangan kontrak iklan, maka Dewa menyatakan akan menuntut FPI. "Bila gara-gara peristiwa ini Dewa kehilangan kontrak iklan untuk tahun depan, maka itu adalah materi tuntutan yang akan kita ajukan kepada FPI."Dhani menambahkan, "Selama ini Dewa adalah band Panji Illahi. Untungnya masih banyak ulama yang berprasangka baik. Masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak terhasut. Lagipula selain pihak FPI, tidak ada lagi orang yang melakukan tuntutan."Mengenai tuntutan FPI untuk mengganti cover album, Dewa nampaknya tak akan mengabulkan. Menurut Habib Umar Husein yang mendampingi Dhani di PBNU, album Dewa yang sudah beredar tak perlu ditarik. "Kenapa harus dicabut? Itu adalah ekspresi ketuhanan Dhani pada agamanya. Apakah itu menghina?"Foto: Cover album terbaru Dewa. (ine/)











































