Seakan tak puas dengan perpaduan jazz dengan rock yang ia ciptakan, Andre Dinuth pun bereksplorasi dengan bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh alat musik tradisional, khususnya dari Indonesia bagian timur. Sebut saja alat musik udu, tida, sasando, tablan, serta perkusi.
Penggabungan antara musik jazz dan rock tersebut bukan tanpa alasan. Kerap membawakan musik jazz, Andre Dinuth mengaku bahwa sebenarnya ia sangat menyukai musik rock.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dyah Saras |
"Konsepnya penggabungan antara jazz-rock dengan gendang timur Indonesia," ujarnya kepada detikHOT.
"Karena aku basic-nya main rock, tetapi di saat itu pun suka dengan infleksi musik jazz. Saya rocker tapi saya juga suka mengfungsikan musik-musik yang itu, meskipun rock ya ada infleksi jazz-nya dari perkusi, atau rhytm, atau apa gitu. Kenapa jazz fusion mungkin karena lebih bisa dicampur antara rock sama jazz," ungkap Andre.
Menurutnya, pengalamannya bermain jazz saat mengiringi Glenn Fredly, Sandy Sandhoro, maupun Erwin Gutawa adalah hal yang cukup mempengaruhinya sehingga ia menyukai musik jazz.
"Mungkin terpengaruh jadi jazz percussion gitu," katanya lagi.
Dalam kesempatan yang sama, menceritan mengenai album keduanya yang berjudul 'Here With You' (2016). "Album kedua ini dua tahun setelah album pertama. Di album kedua ini rhytm-nya lebih live. Jadi aku pengen membuat pendengar itu merasakan raw-nya. Dan aku juga belajar untuk lepasin aja yang saat itu ada emosinya. Ada yang langsung jadi, aku nggak bisa ulang lagi gitu. Ya semoga yang mendengar enjoy sama musiknya," ceritanya. (srs/mmu)












































Foto: Dyah Saras