Imbas KAA Konser Ja Rule Pindah Tempat
Jumat, 15 Apr 2005 12:14 WIB
Jakarta - Pengamanan ketat menjelang Konferensi Asia Afrika (KAA) berimbas ke konser Ja Rule yang rencananya digelar Kamis (21/4/2005). Demi alasan keamanan, konser tersebut diimbau Kepolisian untuk pindah tempat. Tanggal 21 April mendatang rencananya musisi hip hop asal Amerika, Ja Rule akan menggelar konsernya di Jakarta. Acara yang akan digelar di Tennis Indoor Senayan itu sebelumnya telah mendapat izin dari pihak Polda Metro Jaya. Namun sehubungan dengan kedatangan sedikitnya 55 kepala negara untuk Konferensi Asia Afrika, 22-24 April, daerah Senayan dan sekitarnya wajib di"sterilkan" demi keamanan. Imbasnya, pecinta hip hop yang ingin nyanyi "Pain is Love" atau "Love Me, Hate Me" bareng Ja Rule wajib pindah tempat. "Karena akan berlangsung KAA dan banyaknya delegasi yang akan beraktifitas di daerah Senayan, Polda Metro Jaya mengimbau supaya lokasi konser Ja Rule pindah tempat. Ya kita mematuhi saja imbauan dari pihak kepolisian itu," ujar Adrie Subono kepada detikhot, Jumat (15/4/2005). Selama satu bulan belakangan, Tennis Indoor Senayan memang "diduduki" Java untuk menggelar berbagai konsernya. Ketiga performer yang diboyong Java Musikindo akhir Maret dan awal April lalu seperti Cake, Simple Plan, dan Avril Lavigne, semuanya beraksi di stadion Tennis tertutup itu.Setelah dirilisnya surat permintaan resmi Polda Metro Jaya tersebut, mau tak mau Java harus memindahkan lokasi konser Ja Rule. Surat itu secara resmi diterima Java hari ini Jumat (15/4/2005) sepekan sebelum acara tersebut berlangsung. Untungnya, pihak Ja Rule yang telah dihubungi tetap bersedia untuk tampil walau ada perubahan tempat. Manajemen Ja Rule telah membaca berita tentang KAA ini di internet dan memaklumi kondisi tersebut. Karena the show must go on Java harus cepat memilih tempat baru. Adalah Manhattan Club di Hotel Borobudur Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang akan menjadi lokasi baru bagi fans Ja Rule untuk berpesta bersama idolanya. Dengan kepindahan ini, konsekuensi yang ditanggung Java adalah semakin sedikitnya tiket yang bisa dijual. Dari kapasitas Tennis Indoor yang bisa menampung sampai 3500 penonton, menciut jadi 1800 setelah pindah ke Manhattan Club. "Ya nanti setelah jumlah tiket mencapai 1800 terpaksa kita stop penjualannya. Kalau ngomong rugi iyalah, tapi dengan kapasitas penonton yang berkurang cost yang kita keluarin juga banyak berkurang," jelas Adrie. Satu lagi konsekuensi yang harus ditanggung promotor adalah perubahan posisi penonton. Jika tadinya Java Musikindo menjual dua kelas, festival dan tribune, maka dengan kondisi Manhattan club penonton hanya memenuhi kelas festival. Buat pecinta Ja Rule yang telah membeli tiket tribune, kelebihan harganya akan dikembalikan. Sebelum Ja Rule tanggal 21 April, Java masih punya satu konser lagi yaitu, Maksim, pianis eksentrik asal Kroasia. Maksim yang akan tampil 19 April belum mengalami imbas KAA dan tetap beraksi di Tennis Indoor Senayan. (fta/)











































