Panggung datar yang tak berjarak serta ruangan teater yang tidak terlalu besar membuat konser ini terasa lebih intim dan hangat.
Selama konser, penonton tidak diperbolehkan untuk menyalakan dering telepon genggam, mengambil gambar, maupun merekam. Hal tersebut membuat penonton lebih dapat berkonsentrasi menikmati suguhan musik jazz yang tidak dapat dikatakan ringan namun sangat menghibur ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dyah Saras |
Dalam penampilannya kali ini, Andre Dinuth konsisten meghadirkan lagu-lagu jazz, jazz fusion, dengan nada-nada rock dan rock progressive. Musik tersebut pun masih dipercantik dengan elemen musik tradisional dari bagian Timur Indonesia.
Dibuka dengan dua lagu yaitu 'Southern Departure' dan 'Here With You', penampilan The Andre Dinuth Group malam itu terasa begitu penuh stamina. Setelah menyapa penonton dan memperkenalkan anggota bandnya, Andre Dinuth cs pun memainkan lagu 'Fufu' yang diambil dari album keduanya.
Suasana romantis pun tercipta ketika lagu ' You'll Always Be' dimainkan. Andre menceritakan lagu tersebut ia dedikasikan sebagai rasa terimakasih untuk orang-orang yang selalu ada untuk dirinya, baik kekasih, seseorang yang spesial, maupun orangtua.
Sepanjang penampilan, Andre Dinuth memang begitu ramah bercengkrama dan mengajak penonton bercanda. Hal tersebut membuat suasana yang kadung terbentuk hangat menjadi semakin hangat.
Foto: Dyah Saras |
Di tengah konser, tiba-tiba personel lainnya menghilang dari panggung dan membiarkan sang keyboardis, Marthin Siahaan, memainkan intro lagu seorang diri. Di tengah-tengah lagu, personel lainnya kembali ke atas panggung, Andre Dinuth pun tampak mengganti gitarnya.
Bunyi-bunyian tifa dan udu di lagu itu membuat lagu itu terasa begitu magis dan magnetis. Kemudian Muhammad Sa'atsyah pun naik panggung. Kehadirannya menambah kental nuansa tradisional di atas panggung.
Ternyata lagu yang dibawakan tersebut adalah lagu 'Solitude'. Setelah lagu 'Solitude' yang begitu magis namun juga menenangkan, penampilan malam itu dilanjutkan dengan lagu 'Sahara'.
Dengan nuansa etnik yang kental dan bunyi-bunyian dari synthesizer, lagu 'Sahara', dan juga 'Solitude', sukses menjadi salah satu bagian terbaik di konser semalam.
Konser tersebut nyaris ditutup dengan lagu 'Rat Race' yang nge-rock dan sedikit bising. Namun, penonton pun berteriak meminta para personel main kembali ke atas panggung.
Andre Dinuth cs pun kembali. Sambil mengajak penonton bercanda, ia membawakan lagu 'For Our Country'. Seperti judulnya, ada sedikit sentuhan nuansa country di dalam lagu ini.
Nampaknya mereka telah sukses menjadi pembuka yang ciamik pada rangkaian festival jazz yang akan berlangsung hingga 26 Februari 2017 di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini.
Nikmat dan menyihir. Jika harus mendeskripsikan penampilan mereka semalam, dua kata itulah yang dapat menggambarkan penampilan The Andre Dinuth di Salihara Jazz Buzz. (srs/kmb)












































Foto: Dyah Saras
Foto: Dyah Saras