Semakin malam suasana Jazz Gunung Bromo 2016 semakin dingin. Alunan instrumental Ian Scionti Trio, suasana Jazz Gunung Bromo 2016, Jumat (19/8/2016) pun terasa romantis.
Musik instrumental bernuansa flamenco jazz ala Ian Scionti Trio membuat suasana Bromo yang dingin terasa hangat.
Udara dingin tidak meredupkan semangat grup musik asal Spanyol itu. Meski beberapa kali Ian, sang gitaris mengosokkan kedua tangannya karena kedinginan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trio yang beranggotakan tiga orang ini, membawakan sekitar enam instrumen yang berasal dari album mereka berjudul 'Campo Abierto'.
Harmonisasi nada yang tercipta dari petikan gitar dan kontrabass, terdengar indah berpadu dengan pukulan perkusi. Tungku-tungku api pun mulai dikeluarkan untuk menambah hangat.
"Tolong taruh satu di sini (tungkunya)," pinta Ian.
Usai menghibur penonton Jazz Gunung Bromi 2016, Ian pun berbagi cerita tentang pengalaman pertamanya bermain di panggung terbuka Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Jawa Timur.
"Ini sangat dingin. Membuat saya sangat susah untuk bermain gitar, jari-jari saya duaah berpindah. Tapi ini sangat menyenangkan," beber Ian antusias.
"Saya suka suasana di sini. Sangat dingin," tandasnya.
Klik dan mainkan kursor Anda.
Penampilan Ian Scionti Trio, trio asal Spanyol di Jazz Gunung Bromo 2016 #theta360 - Spherical Image - RICOH THETA(pus/nu2)











































