Kementerian Pariwisata menjajaki daerah perbatasan untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. 'Wonderful Indonesia' menjadi daya tariknya, seperti pagelaran Cross Border 'Wonderful Indonesia Music and Dance Festival' di pasar Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Direktur Wonderful Indonesia, Ratna Sari mengatakan, pagelaran musik dan tari itu baru pertama kalinya. Dia pun berharap, kegiatan serupa bisa diadakan setiap bulannya.
"Kami rencanakan agar kegiatan Wonderful Indonesia dapat dilakukan setiap bulan agar ada daya tarik wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara Pasifik," kata Ratna dalam keterangan pers yang diterima detikHOT, Jumat (24/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan ini digelar karena perbatasan menjadi titik penting. "Ke depan pihaknya juga akan mengundang musisi-musisi nasional dan lokal agar ke depan bisa menjadi satu daya tarik kita melalui kesenian tradisional dan budaya di Indonesia," urainya.
"Jadi, kami punya target untuk tahun ini adalah 12 juta pengunjung," tambahnya.
Pasar Skouw ini merupakan perbatasan langsung dengan Negara tetangga, Papua Nugini, tepatnya Provinsi Sandaun. Selain musik dan tari, dalam festival ini juga diadakan lomba anyam rambut dan lomba dan menyusun pinang, serta tari-tarian tradisional asal Indonesia. Salah satu tarian asal Indonesia, yakni Tarian Reok Ponorogo dari Jawa Timur. Juga ada penampilan Siti Liza, Firman Siagian, rapper asal Merauke Lesto Baco serta artis-artis lokal.
(kmb/kmb)











































