Bisnis Musik Lewat Layanan Digital Makin Marak

Bisnis Musik Lewat Layanan Digital Makin Marak

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Kamis, 28 Apr 2016 11:35 WIB
Bisnis Musik Lewat Layanan Digital Makin Marak
Foto: Redaksi detikHOT
Jakarta -

Semakin banyak pilihan, tentu makin menguntungkan konsumen. Itulah yang tengah terjadi di bisnis layanan musik via digital. Setelah pemain-pemain asing menyerbu Tanah Air, kini hadir pula layanan lokal.

Convenience store alias mini market atau toko kelontong Alfamart memutuskan untuk ikut terjun ke bisnis layanan musik yang tengah digandrungi anak muda generasi digital tersebut. Mereka mengeluarkan aplikasi bernama Alfatainment.

Lewat aplikasi tersebut penggunanya bisa mengunduh secara resmi lagu-lagu idolanya. Tentunya, hanya para musisi dalam negeri. Sistemnya, pengguna membeli voucher di gerai Alfamart untuk mendapatkan kode yang bisa dipakai membeli lagu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alfatainment merupakan bukti keseriusan kami untuk mengembangkan pasar digital. Makanya kami melahirkan sebuah aplikasi berbasis digital untuk mendukung industri musik Indonesia," ujar Direktur Marketing Alfamart, Alfons Kaloh dalam keterangan pers yang diterima detikHOT, Kamis (28/4/2016).

Dalam pembuatannya, Alfatainment menggandeng perusahaan pengembang digital bernama PT. Generasi Indonesia Digital (GenID). "Layanan ini sifatnya memperluas distribusi konten musik secara legal. Karena sudah jadi kebiasaan masyarakat untuk menyimpan lagu di telepon genggamnya. Dan ini tidak bisa dibajak," tegas perwakilan GenID, Gopal Utiarachman.



detikHOT pun langsung menjajal aplikasi yang baru tersedia di Playstore, Android itu. Masih sedikit jumlah lagu yang ada di dalamnya, dua yang paling banyak adalah Glenn Fredly dan Kerispatih. Ada pula Meyla Bilqis, Tara Adia, Wali, Nadira Adnan, Trio Lestari, Yura Yunita, Project Pop, Hello, Naif, Yuni Shara, Orkes Pancaran Sinar Petromax, Siti Badriah juga Stinky.

Seluruh lagu dihargai Rp 5 ribu rupiah. Ketika dibuka, belum terlihat Alfatainment menjual musik dalam format album.

Sebelum layanan ini lahir, Alfamart juga sudah sempat berperan menjadi distributor alternatif rilisan fisik musik Indonesia. Sebetulnya, semua kemungkinan yang muncul untuk menyelamatkan musik bajakan nasional patut diberi kesempatan.

Belum bisa diprediksi juga seberapa jauh langkah Alfatainment membantu bisnis musik nasional ke arah yang lebih baik. Semoga, bukan layanan yang hanya bertujuan mengeruk keuntungan semata.

(mif/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads