Rehat sejenak dari pengumuman para pemenang, karena panggung Grammy Awards 2016 diambil alih oleh Kendrick Lamar. Dengan lantang dan berapi-api, Lamar mengguncang panggung.
Lamar membuka aksinya lewat teatrikal penjara yang identik dengan kulit hitam. Memang, tema tersebut lekat dengan karya-karya rapper yang sah sebagai rapper terbaik versi Grammy Awards 2016 itu.
Bersama para personel bandnya, Lamar bernyanyi dengan tangan terborgol. Lirik-lirik perjuangan dilontarkannya dengan cepat dan penuh amarah. Tiba-tiba saja cahaya panggung meredup, menyisakan kilauan cat fosfor yang terdapat di baju Lamar dan seluruh personel bandnya. Jadilah rapper 28 tahun itu menyala dalam kegelapan.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Ditambah para penari latar yang tak kalah bersemangat, penampilan Lamar membuat para undangan yang hadir di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (15/2/2016) waktu Amerika Serikat atau Selasa (16/2/2016) terpukau. Belum berhenti, Lamar melanjutkan aksinya di panggung lain. Di sini, fokusnya ditujukan kepada penonton layar kaca. Lamar bernyanyi dengan permainan sudut kamera dan kilauan cahaya putih yang menyorot wajahnya tanpa henti.
"N***a, we gon' be alright!" teriak Lamar untuk terakhir kalinya.













































