Hari Musik Indonesia Tanpa Perayaan
Selasa, 08 Mar 2005 16:53 WIB
Jakarta - Menginjak tahun ketiga, peringatan Hari Musik Indonesia sudah mulai memudar. Tak ada lagi perayaan, hanya sekedar kegiatan saja.Dua tahun sebelumnya, hari musik nasional digelar dengan perayaan besar-besaran. Bahkan pada penetapan 9 Maret sebagai hari musik Indonesia oleh Megawati dua tahun lalu, perayaan berlangsung meriah dengan menghadirkan puluhan penyanyi di Istana Merdeka. Sudah mulai memudarkan semangat merayakan hari musik Indonesia? Dharma Oratmangun sebagai ketua umum PAPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia) membantahnya. Mereka tetap mengadakan kegiatan-kegiatan untuk merayakan hari musik nasional."Kegiatan mulai dilakukan besok pagi di Bundaran Hotel Indonesia. Artis yang tergabung di PAPRI akan membagikan bunga dan stiker yang bertemakan Gelar Cinta Musik Indonesia," terang pria berkumis itu saat jumpa pers di sebuah kafe di bilangan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2005).Tak hanya itu, kegiatan untuk mengisi hari musik yang juga hari kelahiran W.R. Supratman ini akan digelar di kampus-kampus. Setelah dari Bundaran HI, rombongan artis tersebut akan menuju Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok. Di kampus tersebut mereka akan menggelar sarasehan, pentas musik, talkshow guna mensosialisasikan hari musik Indonesia.Tepat tengah malam, Kamis (10/3/2005), para artis yang terdiri dari Iga Mawarni, Dodo Zakaria, Vina Panduwinata dan lainnya akan menggelat Aksi Peduli bekerja sama dengan Metro TV. Mereka akan mengumpulkan dana untuk membantu musisi yang saat ini sedang terbaring sakit, Rinto Harahap.Dari deretan kegiatan tersebut, puncak hari musik nasional akan digelar pada 30 Maret 2005 di sebuah hotel mewah di bilangan Senayan. Pada acara puncak tersebut akan ada penyerahan Nugraha Bhakti Musik Indonesia II kepada sepuluh musisi yang dianggap pengabdiannya tak terhingga untuk musik Indonesia. (ana/)











































