Indah mengaku tak banyak kesulitan yang ia temui dalam penggarapan lagu yang memakan waktu satu minggu itu. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat tersebut mengaku hanya harus lebih menghayati saja.
"Karena lagu ini bercerita tentang kehilangan dan Indah belum pernah kehilangan. Caranya Indah ingat ibu yang ada di Medan saja, jadi sedih," katanya menjelaskan trik menghayati lagu tersebut di sela jumpa pers peluncuran single di Kantor Warner Music, Gambir, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagu ini luar biasa karena Indah kerja sama dengan musisi ternama di Indonesia. Apa lagi Om Dwiki mengerahkan semua kemampuannya. Orang akan terkesima mendengarnya karena musiknya sangat megah," ungkap Indah.
"Dari awal saya sudah terbayang. Sebuah lagu yang bisa dijadikan tema. Dari awal saya sudah melihat ini luar biasa. Secara teknis saya juga membuat beberapa versi musik," timpal Dwiki di kesempatan yang sama.
'Ketika Mas Gagah Pergi' merupakan film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Helvy Tiana Rosa. Novel tersebut dilahirkannya pada 1992 dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1997.
Film tersebut sudah memulai proses syuting sejak Oktober 2015 dan siap dirilis bulan ini. Hamas Syahid Izzudin, aktor pendatang baru yang juga penghafal Al Quran pun didaulat sebagai pemeran utamanya. (dar/kmb)










































