Meja-meja di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung tampak terisi penuh. Para tamu baru saja menyelesaikan santap malam mereka dan siap melanjutkan dengan hidangan penutup, ketika Brian McKnight muncul dari belakang panggung dan memulai sajian istimewa yang sudah disiapkannya untuk event pergantian tahun bertajuk 'Back at One - A New Year's Eve Celebration with Brian McKnight'.
Lampu-lampu utama di sekitar ballroom meredup. Digantikan dengan cahaya berwarna-warni dari panggung mungil namun istimewa yang ada di salah satu ujung ruangan yang dihiasi oleh lampu-lampu kristal itu. Ketika Brian McKnight sudah ada di sana, lampu sorot berwarna putih menimpa sang divo. Membuat kemeja dan jas putih yang digunakannya seolah menyala silau.
![]() |
Musik mulai mengalun. Nuansa jazz yang berkelas disajikan oleh para pemain band yang memang selalu mengiringi Brian di manapun ia manggung. Hari ini, Kamis (31/12/2015) adalah kali pertama penyanyi asal Amerika itu tampil di Bandung. Setelah sebelumnya ia sudah dua kali menggelar konser di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Can we go slow down a little bit?" tanyanya yang langsung disambut teriakan setuju dari penonton. Pertanyaan ini membawa penyanyi kelahiran 5 Juni 1969 itu ke lagu berikutnya yang memang sedikit mellow ketimbang dua lagu pertama.
"This is for you, and you," katanya sambil menunjuk ke arah tamu yang sedang duduk menikmati sajian musik istimewa dari The Trans Luxury Hotel Bandung tersebut. "Listen..." lanjut Brian sebelum mulai menyanyikan lirik lagu berjudul 'Shoulda Woulda Coulda'.
Baru tiga lagu pertama saja, para tamu sudah sangat hanyut dalam suara manis Brian McKnight. Mereka yang datang malam ini memang adalah para penggemar sang singer-songwriter yang sudah lama merindukan kehadirannya di Tanah Air. Kualitas vokal Brian terasa benar-benar luar biasa berkat soundsystem yang digunakan di Grand Ballroom. Rasanya seperti Brian sedang menyanyi persis di samping kita yang mendengarkan.
Atmosfer malam ini terasa kalem dan intim. Brian secara nonstop menyanyikan lagu selanjutnya seperti 'Crazy Love' dan 'Cherish'.
"Kalau-kalau kalian lupa, hai perkenalkan namaku Brian McKnight," candanya di sela-sela transisi lagu. Setelah itu ia mengajak fans untuk kembali ke tahun 2001 dengan melantunkan lagu berjudul 'You're My Kinda Girl'.
Di sana, suasana panggung terasa sedikit berbeda. Brian tak lagi hanya berdiri memegang mikrofon saja, tetapi kini ia ditemani oleh sebuah standing mic dan memegang sebuah gitar listrik. Di beberapa lagu setelah itu, secara live Brian McKnight menyanyi sambil bermain gitar salah satunya ketika melantuntkan '6, 8, 12'.
Ada satu momen di mana pria yang jago juga bermain piano itu curhat soal pengalaman pribadi yang menginspirasinya untuk menulis lagu. Rupanya Brian pernah merasa patah hati sampai galau.
"Aku juga pernah putus cinta..." katanya. Suasana langsung hening sementara ia masih lanjut membawakan lagu yang lain setelah curhatan itu.
Usai memainkan gitar, sekarang giliran keyboard yang dibawa ke bagian depan panggung. "Tidak apa-apa kan, kalau aku memainkan beberapa nada dengan ini?" tanyanya. Ya, siapa yang mau dan bisa menolak? Jari-jemarinya pun langsung menari di atas tuts-tuts keyboard, menyanyikan secara medley lagu-lagu seperti 'Never Felt this way',' One Last Cry' yang sudah dinanti-nantikan itu (semua langsung histeris ketika lagu ini mulai mengalun, terlebih ketika Brian mengambil nada tinggi dan menahan suaranya di sana. Luar biasa!), 'I Miss You' dan yang paling puncak adalah 'Back At One'.
Penonton pun tak kuasa menahan diri mereka untuk sing along. Bahkan di bagian-bagian improvisasi dan nada tinggi Brian pun tak luput dari suara penonton yang sudah terlanjur hanyut dalam suasana romantis bersama Brian McKnight. Sampai-sampai tanpa terasa berakhir sudah penampilan dari sang divo yang ditutup lengkingan nada tinggi darinya.
'Back at One - A New Year's Eve Celebration with Brian McKnight' maksimal menyajikan musik berkualitas dari seorang Brian McKnight. Namun keseruan malam pergantian tahun di The Trans Luxury Hotel Bandung masih belum usai karena masih ada pesta kembang api dengan 4000 letusan sampai festival DJ di 'All Of The Lights'. (ron/fk)












































