Terus melakukan inovasi tiap tahunnya, membuat gelaran 'Jazz Goes To Campus (JGTC)' tetap ramai peminat. Kalau dirasa kurang maksimal dari segi line up, 'JGTC' memberikan fitur lainnya.
Seperti yang terjadi di 'JGTC 2015', Minggu (29/11/2015). Ada satu hal baru yang hadir, yaitu dibangunnya Museum Jazz yang berisi sejarah musik dan musisi jazz di dunia.
Mulai membahas dikenalnya musik jazz pada tahun 1900 oleh grup bernama Bigband, terus bergulir ke tahun-tahun kemudian dan sampai ke Indonesia. Jika anak muda saat ini mengenal jazz dari Jack Lesmana, maka Museum Jazz 'JGTC 2015' memaparkan lebih luas kepada nama-nama seperti Maryono dan Suyuso Karsono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Selain sejarah jazz dunia, ditampilkan juga kumpulan poster 'JGTC' dari tahun-tahun awalnya. Termasuk kutipan para musisi Indonesia dan pengamat musik tentang definisi jazz itu sendiri.
"Jazz adalah Ekspresi," tulis musisi jazz nasional, Indro Hardjodikoro.
![]() |
Walaupun masih banyak yang memperlakukan Museum Jazz 'JGTC 2015' sebatas background berfoto atau selfie, setidaknya sudah ada usaha untuk memberikan edukasi bagi penikmatnya. Terutama para penonton muda.
Keluar dari Museum Jazz 'JGTC 2015', panggung tiba-tiba sudah ramai. Ada antrean sangat panjang di panggung yang berada di ujung Parkiran Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Depok itu. Ternyata, merka semua menunggu penampilan si cantik Raisa. Seperti apa? Simak terus di detikHOT ya!













































