Mereka bercerita bagaimana detik-detik mengerikan bagaimana konsernya justru jadi petaka. Kejadian bermula, saat ada orang yang tak dikenal membrondong sejata di tengah kerumunan penonton yang memadati konser Eagles of Death Metal di Bataclan, Paris.
Eagles of Death Metal menjelaskan para penonton sempat lari pontang-panting menghindari tembakan. Bahkan, ada yang sampai lari ke ruang ganti artis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca: Animax Musix 2015 Yokohama, 'Surganya' Para Pecinta Anime
Jesse ada seorang anak yang selamat saat para teroris menyerang ruang ganti itu. "Kecuali seorang anak kecil yang selamat dengan berlindung di dalam jaket kulit," lanjutnya.
Kondisi tragis tak berhenti di situ saja. Puluhan korban lain berjatuhan tepat di mulut panggung.
Jesse melihat banyak korban yang meninggal atau pun cedera karena tak mau meninggalkan temannya. Dan, hal itu pun membuat Jesse tak bisa berkata-kata lagi.
"Penonton benar-benar ketakutan setengah mati. Banyak penonton mati karena tidak mau meninggalkan teman mereka. Sungguh mengerikan," jelas Jesse.
Untungnya, tak ada korban jiwa yang menimpa personel Eagles of Death Metal. Hanya ada satu crew yang menjual merchendise mereka yang akhirnya jadi korban.
Tercatat ada 90 orang lebih yang meninggal di teror yang menimpa Bataclan. Dari total ada 100 orang lebih yang jadi korban teror Paris pada 13 November lalu.
(fk/wes)
