Penonton Ngayogjazz 2015 Ditargetkan Lebih Banyak dari Tahun Lalu

Penonton Ngayogjazz 2015 Ditargetkan Lebih Banyak dari Tahun Lalu

Bagus Kurniawan - detikHot
Kamis, 19 Nov 2015 16:33 WIB
Penonton Ngayogjazz 2015 Ditargetkan Lebih Banyak dari Tahun Lalu
Foto: Bagus Kurniawan
Yogyakarta - Acara Ngayogjazz tahun 2014 boleh dibilang sukses karena jumlah pengunjung mencapai 26 ribu. Pada gelaran tahun 2015 ini, panitia Ngayogjazz menargetkan penonton lebih dari jumlah tersebut.

Ngayogjazz 2015 ini akan digelar pada hari Sabtu (21/11/2015) di Padukuhan Karang Tanjung dan Karang Kepuh Desa Pandowoharjo, Sleman. Dua padukuhan ini letaknya juga tidak jauh dari tempat digelarnya Ngayogjazz 2014 lalu di Dusun Brayut, Desa Pandowoharjo.

"Kalau Ngayogjazz tahun lalu di Brayut bisa tembus 26 ribu pengunjung, pada tahun ini kami berharap pengunjung bisa naik atau lebih dari tahun lalu," ungkap Kepala Desa Pandowoharjo, Catur Sarjuni Harta kepada wartawan di Hotel Alana Jl Palagan Tentara Pelajar, Sleman, kamis (19/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catur mengatakan Desa Pandowoharjo sudah tiga kali menjadi tempat di gelarnya Ngayogjazz. Pertama pada penyelanggaraan Ngayogjazz ke 6 dan ke 8 di Dusun Brayut. Sedangkan pada tahun ini berpindah di Karang Tanjung dan Karang Kepuh.

Menurutnya respons masyarakat terhadap acara Ngayogjazz yang akan digelar di tempat tersebut sangat bagus dan warga sangat antusias. Warga telah menyiapkan tempat atau panggung sejak beberapa hari yang lalu.

"Panggung sudah siap. Tempat parkir kendaraan juga sudah siap, termasuk warga yang akan membuka warung atau jualan makanan. Acara ini benar-benar mampu menggerakan ekonomi masyarakat," katanya.

Sementara itu salah satu penggagas Ngayogjazz, Djaduk Ferianto mengatakan tema tahun ini adalah "Bhinneka Tunggal Jazz-nya". Tema tersebut mengusung semangat, meski berbeda-beda tetapi tetap disatukan oleh Jazz.

"Tema ini terinspirasi dari kalimat "Bhinneka Tunggal Ika". Ini hasil diskusi bersama teman-teman dan Mas Eko Haryono dosen Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang selama ini turut mengikuti perkembangan Ngayogjazz," kata Djaduk.

Menurut Djaduk, pesan yang ingin disampaikan adalah keberagaman yang ada saat ini bukan menjadi pemisah bagi setiap kelompok ataupun insan manusia tetapi justru seperti satu kesatuan yang bisa saling melengkapi. Musik jazz itu beragam musisinya dan gaya bermainnya, namun saat dimainkan bersamaan, bisa menjadi satu harmonisasi yang indah.

Di lokasi lanjut Djaduk akan ada 6 buah panggung yang diberi nama dengan tokoh-tokoh pewayangan. Panggung Puntadewa, Janaka, Werkudara, Nakula, Sadewa dan Lokananta. Khusus untuk panggung Lokananta akan diisi berbagai kesenian tradisional dari warga masyarakat sekitar diantaranya Sanggar Sasi Kirana.

"Untuk penampil ada 26 diantaranya Trie Utami & Kua Etnika, ESQI:EF (Syaharani and Queenfireworks), Indro Harjodikoro and Friends, Nita Aartsen dan lain-lain. Dari komunitas ada lebih dari 9 komunitas. Untuk kesenian tradisional ada bregada prajurit, pantomim, sulap jalanan dan lain-lain," katanya.

Bagi penonton yang tidak membawa kendaraan kata dia, bisa naik bus yang telah disiapkan panitia di tiga titik penjemputan. Shuttle bus akan berangkat bolak-balik dari titik Jogja National Museum di Jl Amri Yahya Gampingan. Titik kedua di Museum Perjuangan jl Kol. Sugiono dan titik ketiga di Yogyatorium Dagadu di Jl Gedong Kuning. (bgs/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads