'Musisi Pilih Jualan di Toko Ayam daripada di Toko Kaset'

'Musisi Pilih Jualan di Toko Ayam daripada di Toko Kaset'

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Rabu, 04 Nov 2015 15:08 WIB
Musisi Pilih Jualan di Toko Ayam daripada di Toko Kaset
Jakarta - Efek domino era digital selalu disebut-sebut sebagai kambing hitam dalam kasus tutupnya toko kaset. Hal ini tak hanya terjadi di Tanah Air namun telah menjadi fenomena global.

Tapi "menyalahkan" perkembangan teknologi tentu hanya salah satu cara pandang. Ada pendapat lain yang meyakini bahwa berakhir era penjualan kaset/CD musik sebenarnya juga disebabkan oleh para musisi pelaku industrinya sendiri.

"Kalau ngomong penjualan di Disc Tarra aja, penjualannya tidak ada masalah. Cuma memang nggak ada suplai CD yang update dari musisi atau produsenya," ujar salah satu karyawan di outlet Disc Tarra, Gandaria City, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Musisi lebih memilih jualan di toko ayam daripada toko CD. Jadi, kami juga barangnya-barangnya nggak update. Pembeli mau cari CD, tapi nggak ada, nggak lengkap," sambung karyawan itu lagi.

Bicara Disc Tarra di Gandaria City, outlet tersebut akan tutup per 4 November besok. Bukan kareng bangkrut, tapi permasalahan kontrak yang habis setelah lima tahun.

Saat ini, kondisi di outlet Gandaria City terlihat lengang. Diskon hingga 70% dipajang hampir di seluruh rak, termasuk bagian DVD film. Tumpukan kardus pun tampak di pojok ruangan bagian belakang.

(mif/fk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads