Hal yang menarik dari penggarapan soundtrack ini adalah kehadiran biduan cantik yang menjadi rekan duetnya. Bertambah menarik karena perempuan yang diketahui bernama Fazura itu ternyata berasal dari negara tetangga, Malaysia.
"Ini yang pertama buat saya. Agak susah karena ada logat Indonesia yang saya sukar untuk dinyanyikan. Tapi saya sudah belajar dua-tiga hari," cerita Fazura saat ditemui di sela-sela rekaman di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, walaupun baru pertama ketemu, langsung ada chemistry, ada rasa senang. Saya rasa suara Ridho sama saya tidak susah diserasikan. We manage our voice together walau key nyanyi berbeda," tambahnya dengan logat Melayu yang masih kental.
Fazura sebetulnya bukan orang baru di industri hiburan Malaysia. Perempuan bernama asli Nur Fazura Sharifuddin itu lama mengawali karier sebagai aktris dan solois. 'Bicara Hati', 'Gol & Gincu', 'Pisau Cukur', 'Kami Histeria' adalah beberapa film yang pernah dibintanginya. Fazura juga sempat meraih penghargaan 'Best Aktris' di ajang Festival Film Malaysia ke-27 tahun 2015.
Lagu berjudul 'Ost. Bulan Terbelah di Langit Amerika' itu mengusung kisah cinta. Genre dangdut yang sering dilantunkan Ridho selama ini juga sedikit berubah arah menjadi lebih pop.
Baca Juga: Teenebelle: Kami Adik Cherrybelle, Bukan Regenerasinya
"Lagunya bercerita tentang seseorang yang mengagumi sosok selayaknya berlian. Lagunya sih pop, karena memang saya sudah pernah bilang ingin melebarkan musik, nggak hanya dangdut. Terus terang lagu ini merupakan sebuah langkah lanjutan karier saya dalam mengeksplore musik," timpal Ridho.
Dengan duet tersebut, baik soundtrack maupun filmnya pun punya harapan baru untuk bisa dikenal setidaknya di dua negara, Indonesia dan Malaysia. Tepat 5 November mendatang, Ridho dan Fazura akan bertolal ke Amerika Serikat untuk menjalani proses syuting video klip.
Sedangkan film 'Bulan Terbelah di Langit Amerika' merupakan film adaptasi dari novel berjudul sama karya Hanum Rais. Rizal Mantovani mengambil alih bangku sutradara bersama para bintang seperti Abimana Aryasatya, Acha Septriasa dan Nino Fernandez.
(mif/mmu)











































