Perayaan 20 Tahun yang Memesona dari Glenn Fredly di Konser 'Menanti Arah'

Perayaan 20 Tahun yang Memesona dari Glenn Fredly di Konser 'Menanti Arah'

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Minggu, 18 Okt 2015 09:07 WIB
Perayaan 20 Tahun yang Memesona dari Glenn Fredly di Konser Menanti Arah
Konser Menanti Arah Glenn Fredly (M.Iqbal Fazurllah Harahap/detikHOT)
Jakarta -

Glenn Fredly adalah satu yang terbaik dari sederetan solois pria yang dimiliki negara ini. Sejak 1995, Glenn membuktikan dan terus mempertahankan kualitas serta eksistensi.
β€Ž

β€Ž
20 tahun berlalu dan Glenn masih terus bisa bersaing secara prima. Bersyukur atas karunia itu, Glenn Fredly menggelar sebuah konser akbar bertajuk 'Menanti Arah' di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2015).
β€Ž

β€Ž
Serangkaian repertoar spesial dipersiapkan Glenn sejak awal. Hampir 5.000 penonton yang memadati Istora Senayan dari sore dibiarkan menunggu dan menghitung bersama menit demi menitnya dari layar yang melingkar di atas panggung berkonsep 360 derajat. Hingga akhirnya semua angka menunjukkan 0, konser 'Menanti Arah' dimulai dengan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya'.
β€Ž

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€Ž
Bulu kuduk merinding seketika. Mendengar lantunan lantang 'Indonesia Raya' yang dinyanyikan oleh penontonyan yang sepakat berseragam merah. Semangat nasionalisme pun sontak menyeruak di seisi Istora Senayan. Setelah itu, layar multimedia menampilkan memorabilia industri musik nasional di era 90-an.
β€Ž

β€Ž
Barulah setelahnya, Glenn Fredly resmi menghebohkan dengan kemunculannya menunggangi sepeda BMX. Aksi berkeliling di atas pangung pun dilakukan Glenn sebelum akhirnya menyanyikan 'You Are My Everything'. Langsung dilanjutkan dengan 'Luka dan Cinta' dan hits galau 'Terserah'.
β€Ž

β€Ž
"Ini panggung yang maknanya banyak sekali. Semua orang tanya, nanti Glenn lihat kemana. Nggak penting itu, yang penting saya bisa melihat kalian semua," sapa Glenn untuk pertama kalinya. Ribuan orang riuh mendengar itu.
β€Ž

β€Ž
"Malam ini akan menjadi yang spesial untuk kalian semua," lanjutnya disambut lagu 'Belum Saatnya (Berpisah)'.
β€Ž

β€Ž
Lagu 'Malaikat Juga Tahu' dimainkan Glenn Fredly bersama dengan alat musik dari Nusa Tenggara Timur, sasando. β€ŽBeruturut-turut hadir 'Pengakuan Lelaki', 'Cinta dan Rahasia'β€Ž, 'Kau'β€Ž dan 'Tega'β€Ž. Belum mau mengubah suasana sendu, penyanyi 40 tahun itu menambah lagi daftar lagu dengan 'Sekali Ini Saja'β€Ž dan 'Jejak Langkah'.
β€Ž

β€Ž
Cukup bergalau ria, Glenn memanggil band yang pertama memberikan kesempatan untuknya masuk ke industri musik, Funk Section. Mus Mujiono Cs itu naik ke atas panggung megah itu disambut tepuk tangan membahana. Dua hits memorable, 'Pantai Cinta' dan 'Terpesona' dilantunkan, disambut paduan suara massal yang sangat nyaring.
β€Ž

β€Ž
Masuk ke babak selanjutnya, panggung 'Menanti Arah' diambil oleh dua aktor Indonesia. Tio Pakusadewo dan Julie Estelle yang mewakili segmen film dalam konser. Tio lebih dulu membius dengan harmonika sembari menyanyikan 'Sabda Rindu', kemudian disambung penampilan anggun Julie Estelle yang memainkan piano sambil bernyanyi di lagu 'Nyali Terakhir'. Kedua lagu itu merupakan bagian dari soundtrack film terbaru yang diproduserinya, 'Surat dari Praha'.
β€Ž

β€Ž
Romantisme selesai sesaat, giliran tema sosial-politik yang mengusai. Segerombolan orang berbaju hitam naik panggung menjadi penyanyi latar, mengiringi lagu 'Menanti Arah'. Layar multimedia menyajikan tontonan mengerikan banyaknya masalah di Tanah Air.
β€Ž

β€Ž
"Akhirnya aku tiba di sini. Tumbuh di atas ketidakpedulian. Kekayaan alam yang diperkosa habis, pembakaran tempat ibadah dan teror ketakutan yang sengaja dihembuskan, serta hukum yang menginjak-nginjakkeadlian. Apakah kita menanti arah yang sama?"β€Ž Glenn Fredly membacakan syair protesnya.
β€Ž

β€Ž
β€ŽSuasana bertambah liar, tapi kali ini bukan lagi soal politik. Tapi karena lagu bercitarasa Indonesia Timur, 'Rame Rame' dan 'Timur' yang sukses membuat semua orang 'menggila'. Barisan penonton tribun yang sedari tadi duduk, tak kuasa menahan hasrat untuk bergoyang. Ditambah lagi, hits pertama Glenn, 'Cukup Sudah'β€Ž menyusul. Istora Senayan pun mau tak mau ikut bergetar.
β€Ž

β€Ž
Glenn turun panggung melalui lantai hidrolik di tengah panggung. Tatapan ribuan orang kembali tertuju kepada layar multimedia yang menampilkan tulisan 'You Want More?'. "Yes!" teriak penonton kompak. Babak encore langsung dimulai dengan lagu β€Ždangdut 'Hikayat Cinta'. Dengan sisa tenaga, penonton kembali berdiri berjoget bersama.
β€Ž

β€Ž
β€ŽJika kebanyakan konser ditutup oleh lagu yang hingar-bingar, maka Glenn memilih menurunkan tempo. Dimulai dari 'Januari' yang menggema, disusul 'Kisah Romantis' dan terakhir adalah hits melankolis 'Kasih Putih'. Momen membahagiakan sepanjang hampir dua jam dan sekitar 25 lagu itu tak kuasa dibendung sang tuan rumah. Dirinya tertunduk menangis haru.
β€Ž

β€Ž
"Terima kasih telah menjadi sejarah dari hidup saya. Saya tidak akan pernah melupakan ini. Terima kasih juga telah menyebarkan energi positif sejak awal hingga sekarang. Pesan saya, terus nyalakan api, serukan cinta," teriaknya untuk terakhir kali.

(mif/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads