Teater Abang None Jakarta kembali mementaskan karya terbaru produksi ke-9 akhir Oktober ini. Bertajuk 'Jawara' Langgam Hati dari Marunda, kisahnya mengangkat cerita legenda wanita Betawi bernama Mirah.
Dalam lakon 'Jawara', produser sekaligus pembina Teater Abnon Jakarta Maudy Koesnaedi mengatakan sejak 2009 kelompok asuhannya selalu mengangkat budaya Betawi dari sisi yang berbeda. "Budaya Betawi bukan hanya kerak telor atau ondel-ondel tapi banyak sekali yang bisa diangkat. Dan kali ini kami ambil ilmu beladiri silat Betawi," katanya saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Selama 8 bulan, 35 pemain dari Teater Abnon dan 42 kru bekerjasama untuk menghasilkan pertunjukan maksimal pada 24-25 Oktober mendatang di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Maudy menjanjikan pementasannya akan dikemas dengan cara kekinian dan selera anak muda. Pengemasan bergaya komiknya pun dibantu oleh ilustrator Komunitas Metal Pertiwi dan fotografer dari Sydney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Jawara' yang akan dibawakan Teater Abnon akan menceritakan perjalanan Asni yang dituduh merampok rumah Babah Yong. Asni pun melakukan perjalanan untuk mencari siapa yang sebenarnya telah merampok rumah Babah Yong. Setelah berpetualang, tibalah Asni di kampung bernama Marunda.
Saat itu, di Kampung Marunda tengah digelar sayembara yang diikuti oleh Jawara silat yang dibuat Bang Bodong. Tujuannya mencarikan jodoh bagi Mirah, putri semata wayangnya yang sangat cantik dan jago silat.
Sebelumnya, Teater Abnon Jakarta pernah mementaskan 'Cinta Dasima' (2009), 'Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati', 'Kembang Parung Nunggu Dipetik' (2010), 'Sangkala 9/10' (2011), 'Soekma Djaja' dan 'Topeng Betawi Jaya Bersama' (2013), 'Lenggak Lenggok Jakarta' dan 'Topeng Jakarta Raya Jaya di tahun 2014. Pertunjukan terbarunya saat ulang tahun Jakarta Juni lalu adalah 'We Love Mpok Nori'.
(tia/ich)











































