Band yang dihuni oleh Imam (vokal), Enrico (keyboard), Fari (gitar), Kiki (bass) dan Yovie (drum) itu siap menggelar perjalanan panjang menjelajah panggung musik luar negeri. Mulai dari negara tetangga Malaysia sampai negara Italia.
Melalui keterangan pers yang diterima detikHOT, Senin (10/8/2015), Lightcraft memulai perjalanannya dari Malaysia. Tepat di Kuala Lumpur, Lightcraft akan tampil dua kali dalam acara bertajuk 'A Return Home: A Showcase by lightcraft & Friends'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua bulan kemudian, Lightcraft akan bertolak ke Korea Selatan. Mereka siap menghibur festival musik indie terbesar di Korea Selatan, Zandari Festa 2015. Acara tahunan itu digelar pada 2-4 Oktober 2015 di Hongdae, Seol bersama sekitar 100 penampil dari berbagai belahan dunia dan tentu saja tuan rumah Korea Selatan. Misalnya seperti, Jon Byrne (Inggris), Tsunami Ride (Rusia), Shima Shima Electric (Jepang) dan Djang San (Perancis)
"Awalnya, kami cukup tercengang ketika kami menerima email dari pihak penyelenggara Zandari Festa. Itu adalah festival musik terbesar di sana. Ini seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Peluang ini akan menjadi kesempatan kami untuk menunjukkan kapabilitas dan kualitas musik Indonesia di mata dunia," ujar bassis Kiki.
Terakhir, menutup perjalanan panjang, Lightcraft juga akan beraksi di Benua Eropa, tepatnya Italia. Namun, untuk yang satu itu, Fari Cs masih ingin merahasiakannya.
Lightcraft terbentuk pada 2004 lalu dan sampai sekarang sudah merilis dua album penuh. Yakni 'Losing Northern Lights (2008)' dan 'Colours of Joy (2013)'. Yang terbaru, Lightcraft juga baru meluncurkan album kompilasi berupa kaset 'limited edition' berjudul 'Love Songs & Lullabies'.
Memasuki tahun 2015, Lightcraft sudah memulai aksi luar negerinya sejak awal. Pada Januari 2015, lightcraft tampil di Saarang 2015 di IIT Madras, Chennai, India. Bulan Mei, Canadian Music Week, Toronto menjadi saksi bisu harmoni anak-anak muda Indonesia itu. Bahkan di bulan yang sama, Lightcraft juga sukses menyedot penonton dalam gelaran Music Matters Live 2015, di Singapura, pada 20-23 Mei.
(mif/ron)











































