Parkir Timur Senayan, Minggu (9/8/2015) disulap oleh WTF 2015 menjadi lantai dansa raksasa. Layaknya di kelab malam, para penonton mengambil posisi masing-masing untuk berjoget ria. Dimulai dari musisi bernama panggung RUFUS. Panggung Banana Paloza dibuat meriah dengan sentuhan musik dance miliknya.
Setelah itu di panggung yang sama hadir DJ kawakan Cyril Hahn. Musisi asal Swedia itu juga tampil apik menyedot ratusan penonton. Hentakan musik electric miliknya disambut baik dengan mereka yang asyik berjoget.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan mudah, DJ bernama asli Hugo Pierre Leclercq itu memerintah para penggila pesta untuk mengangkat tangan, bertepuk tangan dan bergoyang ke kanan dan kiri. Tatanan lampu panggung utama Clown Chella milik Madeon juga ikut tampil heboh. Lampu sorot bewarna-warni menembak mata penonton. Belum lagi tampilan video yang menjadi latar belakangnya.
Memainkan lagu-lagu miliknya seperti 'OK', 'The Night Out' dan 'La Lune', Madeon yang mengenakan kaus putih dan celana panjang itu tampil memukau. Sesekali dia ikut melompat bersama penontonnya di sela-sela kesibukan memainkan perangkat DJ.
Grup musik elektronik Passion Pit yang dijadwalkan tampil menjadi penutup WTF 2015 ternyata batal. Jadilah panggung Banana Paloza yang seharusnya menjadi tempat grup synthpop asal Amerika Serikat itu berpindah tangan ditempati DJ Motez.
DJ asal Australia itu menyajikan musik dance bernuansa house music. Mau tak mau memaksa sisa-sisa tenaga penonton WTF 2015 untuk berjoget. Melupakan kekecewaan bahwa idolanya, Passion Pit yang tak jadi beraksi.
Memasuki hari Senin (10/8) dini hari, Motez akhirnya benar-benar menutup gelaran WTF 2015 dengan sempurna. Mengutip istilah yang dipakai anak muda masa kini, 'petjah'!
Sampai jumpa di We The Fest 2016!
(mif/kak)











































