Tak mau berputus asa, dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperangi tiap 23 Juli, sebuah grup musik memutuskan mendaur ulang lagu daerah tersebut. Mereka adalah trio bernama PSD yang dihuni, Pay (BIP, produser, pencipta lagu), Sandy Canester dan Dede Kumala (drummer BIP).
Baca Juga: Penampilan Kanye West di Toronto Terancam Dicekal
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Cublak-cublak Suweng' diaransemen ke dalam versi akustik dengan sentuhan tiga gitar. Kesan tradisional dalam lagunya hilang sudah, berganti dengan nuansa klasik yang elegan.
"Kapan terakhir lagu daerah atau lagu tradisional anak-anak seperti ini diperdengarkan? Mungkin sudah lama sekali. Apalagi lagu 'Cublak-cublak Suweng' yang punya banyak pesan positif, terdengar ringan tapi krusial. Nggak seharusnya anak-anak kecil hanya tahu lagu-lagu mancanegara," timpal Sandy Canester.
Baca Juga: Drama Pertikaian Taylor Swift dan Nicki Minaj di MTV VMA 2015
"Aransemen 'Cublak-cublak Suweng' ini adalah langkah awal dari PSD. Nantinya 'Cublak-cublek Suweng' versi PSD juga akan dibawa ke YouTube. Ke depannya kami akan lebih banyak lagi berbicara tentang Indonesia," tutup Dede Kumala.
(mif/tia)










































