"Dia tidak pernah berhenti berkarya. Kalau orang jatuh cinta dengan musik sampai kapan pun akan terus di musik," ungkap vokalis grup band The Changcuters itu saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (8/6/2015).
Tria melihat Rinto hidup dalam musik. Apapun kondisi fisiknya, Rinto seperti bernapas lewat musik.
"Dia tidak pernah merasakan kondisi apapun, dia udah sakit alam, dia udah cinta musik jadi nggak merasa sakit. Itu kelebihan yang kita ambil, kalau kita cinta musik ada spirit yang mengalir dalam diri kita," jelasnya.
Karya Rinto disebut Tria tak hanya lagu-lagu sendu. Banyak lagu-lagu yang enak terdengar tapi memang tak terlalu terekspos dengan baik.
"Kita awalnya belum banyak mengetahui. Ada sebutan gini 'Wajah Rambo hati Rinto'. Setelah kita tahu banyak lagu rock-nya juga, beberapa akhirnya menjadi inspirator juga," ungkapnya.
Rinto Harahap sendiri mengembuskan napas terakhirnya pada 9 Februari lalu. Ia meninggal karena penyakit kanker tulang belakang yang dideritanya.
(fk/mmu)











































