Malam Minggu Intim Bersama si 'Gajah' di Konser '#BendTheRules'

Malam Minggu Intim Bersama si 'Gajah' di Konser '#BendTheRules'

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Sabtu, 06 Jun 2015 21:07 WIB
Malam Minggu Intim Bersama si Gajah di Konser #BendTheRules
Konser Tulus di acara #BendTheRules (Atmi Ahsani Yusron/detikHOT)
Jakarta - Empirica Lot 8 di SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2015) malam terlihat diramaikan oleh anak-anak muda yang menyebut diri mereka sebagai Teman Tulus. Sang idola, solois Tulus akan manggung di sebuah konser intim bertajuk '#BendTheRules'.

Konser private ini diselenggarakan secara eksklusif oleh produk Notebook HP dan Tulus adalah brand ambassador untuk produk terbaru mereka, HP x360. Judul konsernya sendiri diambil dari tagline produk notebook terbaru dari brand tersebut.

Tulus naik ke atas panggung sekitar pukul 19:00 WIB sementara para penggemar sudah mengular dan menunggu giliran untuk masuk ke Empirica sejak pukul 17:00 WIB. Tidak hanya remaja perempuan saja, tetapi juga laki-laki terlihat antusias menunggu si 'Gajah'.

Mengenakan setelan jas berwarna hitam membuat dasi biru muda yang digunakan pria kelahiran 20 Agustus 1987 itu terlihat mencolok. Kedatangan Tulus disambut teriakan oleh para penggemar fanatiknya yang telah siap sedia mengangkat ponsel dan mengambil foto.

Tiga lagu pembuka langsung menghentak ruangan panjang dengan pencahayaan temaram dengan efek lampu-lampu berwarna-warni di Empirica. 'Baru', 'Bumerang' dan lagu hits-nya 'Gajah' dibawakan Tulus secara live bersama band-nya. Belum apa-apa, keringat sudah membasahi wajahnya. Sementara penonton sangat nyaman karena ruangan yang cukup dingin.

Koor nyanyian dari Teman Tulus mengiringi setiap lagu yang dinyanyikan pria berbadan bongsor itu. Di akhir penampilannya membawakan lagu ketiga, ia lalu memperkenalkan masing-masing personel band-nya sambil bercanda.

"Saya mau ganti drummer ini soalnya fans--nya lebih banyak dari saya," katanya sambil tersenyum. "Satu lagu setelah ini saya mau ajak semuanya bergoyang," lanjutnya. Kemudian intro 'Lagu untuk Matahari' pun mengalun.

Penyelenggara acara membagikan lightstick styrofoam berwarna-warni kepada setiap penonton yang hadir. Ketika 'Lagu untuk Matahari' dibawakan, cahaya biru, merah dan hijau dari tongkat bercahaya menghiasi ruangan Empirica.

Wajah Tulus juga terpampang di ornamen-ornamen jendela yang ada di dinding. Dipantulkan dari sebuah proyektor yang memang memberikan efek utama dari gelaran konser intim '#BendTheRules' malam ini.

Pesan-pesan positif juga disampaikan Tulus di sela-sela jeda menyanyi. Mengajak para penggemarnya untuk ikut berkarya dan tidak perlu takut untuk jadi berbeda. "Setiap karya yang dikeluarin dari hati, akan ada hati di luar sana yang menerimanya," kata pemilik nama asli Muhammad Tulus itu.

Lagu berikutnya lanjut dibawakan dengan selalu diikuti oleh teriakan fans di setiap intro lagu. Tulus mengajak fans perempuan dan laki-laki adu suara ketika menyanyikan 'Jangan Cintai Aku Apa Adanya' yang menjadi suguhan berikutnya di konser ini.

Di tengah-tengah pertunjukkan, sosok Isyana Sarasvati tiba-tiba saja muncul dan naik ke atas panggung. Isyana tampil elegan, feminin dan cantik dengan dress hitam simpel beraksen putih. Bersama sang singer-songwriter, Isyana menyanyikan 'Teman HIdup' secara duet.

Gabungan vokal berkualitas dari Tulus dan Isyana membuat semua penonton tercengang dan cukup merinding. Terlebih di akhir lagu 'Teman Hidup', Isyana memukau para Teman Tulus dengan teriakan nada tinggi. Riuh tepukan tangan dan sorak-sorai menutup penampilan duet Isyana-Tulus.

"Pulang-pulang habis nonton konser saya memang harus senang dan serak," canda kelahiran Bukittinggi itu sebelum lanjut membawakan 'Sepatu' dan 'Sewindu'. Di lagu kedua yang disebutkan, Tulus turun dari panggung dan mendekat ke kerumunan penonton.

"Saya pernah tampil di Surabaya atau di mana gitu, saya turun ke tengah panggung, naik lagi badan saya biru-biru," kenangnya. Kemudian musik kembali mengalun, "Ini lagu ceritanya lagu terakhir," katanya.

'1000 Tahun Lamanya' menjadi lagu penutup sebelum akhirnya memasuki babak encore. Di mana Tulus menampilkan sebuah suguhan spesial. Tidak hanya diiringi oleh alunan alat musik konvensional dari band-nya, tetapi juga gebukan drum digital dari laptop yang ia endorse.

Sebelum pamit, sekali lagi Tulus memberikan semangat dan mengajak Teman Tulus untuk terus berkarya. "Mulailah percaya, percaya pada diri, tunjukkan kalau kalian bisa. Semua orang punya karya yang otentik kalau dibuat dari hati," tutupnya.

Konfetti meledak menghujani para penonton di depan panggung. Menjadi penanda berakhirnya konser private dan intim bertajuk '#BendTheRules' bersama Tulus malam ini. Sampai jumpa lagi, Tulus!



(ron/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads