Jika berpikir bahwa musik jazz adalah musik yang tenang, maka dipastikan Anda belum mendengar Courtney Pine. Musisi jazz kulit hitam dari daratan Inggris.
Bermain di panggung BNI pada Java Jazz Festival (JJF) 2015, Jumat (6/3/2013), Pine langsung mengalunkan musik jazz yang dinamis. Secara instrumental, bunyi-bunyian drum, gitar terutama flute terdengar bersahut-sahutan tak karuan, tapi indah.
Lihat Foto: Tatjana Saphira Diapit 4 Cowok Keren 'Negeri Van Orange'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama, Pine mengganti alatnya menjadi saksofon. Sama hebohnya, tiupan melengkingnya terdengar se-antero panggung.
Penonton yang nonton sambil berdiri menepuk-nepuk tangannya ke udara. Seakan memberi tempo. Lalu mereka menggerakkannya ke kanan dan kiri mengikuti harmoni.
Lihat Foto: Suasana di Kediaman Revalina S Temat Jelang Pengajian
Sekitar 1,5 jam penampilannya, usia tak masuk ke dalam daftar hitungan. Sebab tanpa henti dan atraktif, Pine menyajikan jazz berisik yang tiada dua.
Setelah Courtney Pine, musisi lokal yang tampil masih banyak. Ada Potret, Tiribute to Michael Jackson oleh Glenn Fredly, Sandhy Sondoro, Marcell dan Bams. Sheila On 7 dan Mus Mudjiono juga tak boleh dilewatkan.
Deretan musisi luar juga kalah seru. Snarky Puppy, Dominik Hukowski dan Jered Lawson.
(mif/nu2)











































