Mengurai Benang Kusut Royalti Musisi Vs Tempat Karaoke

Mengurai Benang Kusut Royalti Musisi Vs Tempat Karaoke

- detikHot
Rabu, 03 Des 2014 17:45 WIB
Mengurai Benang Kusut Royalti Musisi Vs Tempat Karaoke
Jakarta - Masalah pembayaran royalti membayangi tumbuhnya industri karaoke di Indonesia. Sejumlah kasus pun bergulir. Itulah yang mendorong pihak-pihak yang berkepentingan untuk mencari solusi terbaik.

Salah satu brand tempat karaoke terkenal, NAV telah memastikan untuk membayar royalti setiap lagu yang dipakainya. Tentunya, hal tersebut disambut baik oleh kalangan pelaku industri musik.

Musisi yang sangat bersyukur di antaranya vokalis grup band Kotak, Tantri. Ketentuannya, setiap pemakaian lagu akan ada perhitungannya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk saat sampai tahun 2016 satu ruangan (karaoke) bayar 20 ribu. Nanti, sekitar 2016 satu lagu akan dibayar 1 ribu oleh si pengunjung," ucap Tantri saat jumpa pers 'NAV Mendapat Lisensi Karya Rekaman Musik atau Video Musik Milik Para Produser di Asirindo' di NAV, Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2014).

"Senang, hak kita di perjuangkan. Label dan juga karya kita terealisasi dengan baik dengan adanya Asirinido (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia) ini (NAV) salah satu karaoke yang sudah deal," sambung Tantri.

Beda Tantri, beda juga pendapat penyanyi Delon yang awalnya mengaku tidak tahu bahwa ada royalti yang harus dibayarkan oleh pihak karaoke. Namun, setelah ada perjanjian NAV ini mata Delon seperti terbuka perihal pembagian royalti ini.

"Saya pribadi nggak tahu. Kita sebagai penyanyi nggak terlalu tahu. Dengan adanya siang hari ini, mereka perjuangkan hak industri musik Indonesia. Kita bisa mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kita," ujar Delon.

Sebelumnya beberapa musisi juga sempat mengadu perihal royalti yang harus diterima oleh pihak tempat karaoke. Tak jarang kasus yang sama pun sempat masuk ke jalur hukum.

Salah satu yang paling terdengar adalah kasus Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) dengan tempar karaoke milik Inul Daratista. Grup band Radja juga sempat 'mengadu' ke polisi dengan kasus yang sama.

(fk/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads