Sampai dalam, tirai putih besar yang menutupi panggung perlahan dibuka. Ada perempuan cantik bernama Sophie Ellis Bextor yang muncul menjadi penampil utama di gelaran Soundsfair 2014 hari pertama, Jumat (24/10/2014).
Tampil santai, pelantun 'Young Blood' itu mengenakan dress merah menyala. Tanpa ada perhiasaan apapun yang melekat pada tubuhnya yang terlihat sempurna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beruntunglah kalian Indonesia, karena kalian orang pertama yang mendengar lagu ini secara langsung," sapa Bextor membuat penonton bergemuruh.
'The Deer & The Wolf' dengan tempo yang menggebu-gebu menjadi sajian berikutnya. Penyanyi kelahiran 1979 itu lihai berlenggak-lenggok di atas panggung. Tata lampu yang 'ceria' membuat tontonan semakin menarik. Setelahnya, Bextor menyanyikan hits 'Young Blood'. Dibantu suasana panggung yang memerah, lagu itu pun semakin haru untuk didengar.
Menurunkan tempo, karya akustik 'When the Storm has Blown Over' dimainkan langsung oleh sang drummer yang beralih menjadi gitaris. Suasana sendu langsung menyerap. 'Wrong Side of the Sun' masih menambah kesenyusian.
Tapi tidak berlangsung lama, irama folks menyeruak di lagu '12 Little Dolls'. Lampu kerlap-kerlip dan aksi dansa Bextor membuat barisan penonton yang yang kedinginan pun kembali hangat. Begitu juga di lagu berikutnya 'Love is a Camera', bunyi tepuk tangan yang mengiringi ketukan drum ramai terdengar. Lagu berjudul 'Cry To the Beat of the Band' menjadi penanda jeda turun minum.
Istirahat sejenak, perempuan 35 tahun itu bak mendapatkan kekuatan. Penampilannya bertambah menarik dengan mengganti bajunya. Sebuah mini dress hijau menerawang, memperlihatkan swimsuit berkilau di baliknya. Sungguh seksi.
Penonton yang kagum dibuat tambah terhanyut dengan mega-hits 'Take Me Home' dan 'Why Does It Feel So Good' yang dibawakan berturut-turut. Sophie yang belum lelah bergoyang tiada henti. Wajahnya yang cantik terus tersenyum sembari berlari dari ujung kanan dan kiri panggung.
Sajian terakhir, dua lagu, 'Heartbreaker (Make Me a Dancer) dan 'Murder on the Dance Floor' membuat semangat penonton membuncah. Baik yang di tempat duduk maupun berdiri, semuanya bernyanyi dan bergoyang.
"Oh Jakarta tercinta, thank you. Terima kasih. Kalian selalu luar biasa sejak kedatanganku yang pertama. Kita akan bertemu lagi, bukan?" Tutup Bextor sebelum benar-benar menghilang dari panggung.
(hap/ich)











































