Sheila On 7 Sempurnakan Konser Nostalgia Era 90-an Bersama /rif

Sheila On 7 Sempurnakan Konser Nostalgia Era 90-an Bersama /rif

- detikHot
Sabtu, 20 Sep 2014 01:23 WIB
Sheila On 7 Sempurnakan Konser Nostalgia Era 90-an Bersama /rif
Konser Sheila on 7 (Iqbal/detikHOT)
Jakarta - Puas digempur habis-habisan oleh /rif, giliran Sheila Gank--sebutan penggemar-- Sheila On 7 yang menggeliat. Mereka semua menunggu satu penampilan terakhir malam ini, Sheila On 7.

Di malam yang semakin larut, barisan penonton bertambah banyak. Massa dari Sheila Gank bertambah berkali lipat dengan hadirnya Barudak /rif yang belum mau pulang.

Jelas saja, konser di Istora Senayan Jakarta, Jumat (19/9/2014) malam bertambah meriah. Nostalgia masa yang banyak dianggap sebagai era keemasan musik Indonesia kembali dimulai. Ada empat pemain 'horn line', saksofon, dua terumpet, trombon yang ikut naik ke atas panggung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konser musik Sheila On 7 dan /rif babak ke-2 dibuka oleh 'Pejantan Tangguh' disambung 'Sahabat Sejati' dan mega-hits 'Kita'. Penonton pun bersenandung tiada henti.

"Selama 18 tahun Sheila ada di dunia musik ini. Terima kasih buat semuanya yang sudah mendukung," sapa vokalis Sheila On 7, Duta kepada seluruh Sheila Gank. Dan, 'Pemuja Rahasia' bergemuruh kemudian.

Video klip lawas band asal Yogyakarta yang diputar di empat layar besar menambah nostalgia 90-an yang diusung sebagai tema malam ini. Melihat penampilan secara langsung, ditambah video klip orisinil, sebuah suguhan yang spesial.

Mengajak ribuan penonton bersitirahat, Sheila On 7 memainkan versi akustik dari 'Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki'. Lebih hebat lagi, pemandangan langka Duta bermain keyboard hadir di atas panggung.

Tidak lama, lagu itu di-medley langsung dengan lagu 'Itu Aku' dimainkan. Kehadiran Shandy Sondoro sebagai tamu kolaborasi Sheila On 7 membuat lagu romantis itu terdengar lebih rock n' roll.

Setelah 'Hari Bersamanya', band yang terbentuk 1996 itu membawakan lagu teranyarnya dari album terakhir yang belum dirilis. Lagu itu berjudul sama dengan nama album ke-8 itu 'Musim yang Baik'.

'Saat Aku Lanjut Usia', 'J.A.P', 'Terima Kasih Bijaksana', 'Temani Aku' dan 'Yang Terlewatkan' memperpanjang waktu penonton bernyanyi. Mulai dari suara anak muda, ibu-ibu, bapak-bapak sampai anak kecil terdengar bersatu.

Tiba-tiba, Sheila On 7 coba menyegarkan suasana dengan menyanyi lagu dangdut 'Sakit Gigi' milik Meggy Z. Hanya sebentar selingan yang mengejutkan itu, hits berikutnya mengalir. 'Bila Kau Tak Di Sampingku'Β 'Seberapa Pantas', 'Waktu yang Tepat untuk Berpisah' disambung versi penuh 'Sephia'. Sedang enak bernyanyi, Duta Cs mengubah tangga nada, harmoni gitar Eross Chandra menuju lagu 'Betapa'.

Mengangkat tempo lebih tinggi, soundtrack fenomenal film '30 Hari Mencari Cinta', 'Melompat Lebih Tinggi' kembali menguras sisa-sisa tenaga. Gaya memainkan melodi gitar di punggung pun diperagakan oleh Eross. Penonton terus berloncatan hingga mega-hits Sheila On 7 berikutnya, 'Dan' bergulir.

Di lagu yang berasal dari album pertama mereka, 'Self-Titled (1999)' sang vokalis tidak bernyanyi. "Kita berikan ucapan terima kasih untuk Duta. Kita biarkan dia istirahat dulu, Adam dan Brian bantu saya," ujar Eross.

Setelah memainkan intro fenomenal itu, tanpa dipandu lagi seluruh orang yang hadir di Istora Senayan menyanyikan bait demi baitnya. Dan, usailah pesta musik penuh nostalgia yang menghadirkan dua genre berbeda itu.

'Kisah Klasik Untuk Masa Depan' menjadi sajian terakhir yang dilantunkan penuh khidmat.

(hap/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads