Lima Sampul Album yang Batal Dirilis Karena Alasan Etis

Lima Sampul Album yang Batal Dirilis Karena Alasan Etis

- detikHot
Jumat, 11 Jul 2014 14:15 WIB
Lima Sampul Album yang Batal Dirilis Karena Alasan Etis
Jakarta - Mendesain sampul album bisa dibilang memerlukan seni tersendiri. Para musisi harus menyampaikan pada desainer atau pun mendesain sendiri, tapi yang pasti sampul tersebut harus bisa menggambarkan isi albumnya. Tapi, bagaimana jika imajinasi yang tertuang pada sampul album ternyata tak bisa diterima khalayak luas karena berbagai alasan? Mulai dari unsur pornografi, persaingan sampai unsur psikologis yang diyakini bisa mengguncang banyak orang.

Berikut detikHOT merangkum lima sampul album yang batal rilis karena alasan-alasan etis di atas.

U2 - Achtung Baby

Bukan masalah susah bagi empat personel U2 untuk mendesain sampul album. Berhubung mereka berempat adalah pria, maka gambar siluet pria bewarna merah lengkap dengan penisnya, siap menjadi sampul album paling hits milik U2, 'Achtung Baby'.

Sayangnya hal itu harus urung dilakukan karena alasan pornografi. Akhirnya Bono, The Edge, Adam Clayton dan Larry Mullen, Jr. harus menggantinya dengan kolase 16 foto.

Kanye West - My Beautiful Dark Twisted Fantasy

Entah apa yang ada dipikiran Kanye West ketika membiarkan album ke-5 miliknya mendapatkan desain sarat dengan pornografi yang kental. Album bertajuk 'My Beautiful Dark Twisted Fantasy' itu didesain dengan latar belakang merah serta dua ekor makhluk berbadan manusia dan berwajah (seperti) binatang sedang dalam posisi bercinta di atas sebuah sofa.

Jelas itu langsung mengundang protes, salah satu yang paling keras berasal toko-tokok besar yang ingin menolak seluruh peredaran album bersisi single 'Runaway' itu. Sampai-sampai membuat Kanye West sendiri geram dan melampiaskannya di akun media sosial Twitter.

The Beatles - The White Album

Jangan kira grup sebesar The Beatles tidak pernah mendapatkan revisi atas sampul albumnya. Hal itu terjadi di tahun 1968 kala Fab Four sedang menuju perilisan album ke-9 mereka, 'The White Album'. Sesuai dengan tajuknya, sampul album itu pun hanya dibalut karton putih tanpa tulisan apapun kecuali nama band pelantun 'A Hard Day's Night' itu. Elegan.

Tapi, taukah bahwa tepat beberapa waktu sebelum dirilis, sebetulnya John Lennon Cs menamai album tersebut dengan 'A Doll's House'. Dengan sampul gambar masing-masing personel yang dibuat sedemikian rupa menyerupai boneka. Sayangnya hal tersebut batal karena ada sebuah band Inggris bernama Family, yang lebih dulu merilis album bertajuk cukup mirip, yaitu 'Music in a Doll's House'.

Metallica - Kill Em All

Sebelum akhirnya terlihat dengan palu dan darah yang berceceran di album 'Kill Em All', sebetulnya kejadiannya tidak semenyeramkan itu. Karena, gambar sebelumnya adalah sebuah toilet duduk dengan pisau tajam yang berdiri di dalam lobangnya. Nama albumnya juga berbeda, yaitu 'Metal Up Your Ass'.

Menariknya hal itu juga ditiru oleh band metal lainnya Panthera yang juga bereksplorasi lewat foto anal. Malahan lebih sadis dengan gambar pantat yang ditusuk dari belakang menggunakan bor. Akan tetapi, album berjudul 'Far Beyond Driven' milik Panthera itu sudah diubah gambat-gambar tribal dan tetap meggunakan senjata tajam.

Chumbawamba - Anarchy

Dari Inggris, grup musik Chumbawamba menutup daftar sampul album yang batal dirilis lewat albumnya di tahun 1994, 'Anarchy'. Memang saat ini sudah berubah menjadi motif bunga mawar merah dan daunnya.

Tapi sebenanrnya desain awal album ke-8 itu adalah foto seorang bayi yang baru keluar dari alat kelamin ibunya. Foto close-up itu dengan jelas menampilkan vagina perempuan yang sedang melahirkan bayi, lengkap dengan tangan dokter kandungan yang siap menyambut.

Alasan mereka saat itu adalah ingin menggambarkan momen paling alami di dunia. Bahwa di tengah kekacuan yang terjadi, Tuhan membawa turun kepada manusia, kemurnian seorang bayi.

Halaman 2 dari 6
(hap/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads