Keyboardis bernama lengkap Doadibadai Hollo itu berdoa untuk bisa melakukan proyek jangka panjang bersama anggota keluarga lamanya, Sammy Simorangkir.
"Doakan kami dapat berkolaborasi lagi berdua. Bukan hanya malam ini, tapi di tempat-tempat lain yang lebih besar," teriak Badai disambut teriakan setuju dari barisan penonton.
Memang harus diakui, di konser bertajuk 'Historical Moment' itu, aura Sammy begitu terikat dan menyatu dengan empat teman lamanya. Ada Arief, Anton, Andhika dan Badai tentunya.
Tampil prima, Sammy Simorangkir sukses mewujudkan malam nostalgia yang sangat ditunggu tak hanya Mahapatih--sebutan penggemar Kerispatih--tapi juga penikmat musik Indonesia.
Suasana haru nan emosional semakin meyeruak saat foto dokumentasi lawas milik band pelantun hits 'Kejujuran Hati' itu diputar di layar besar. Belum lagi repertoar sederhana namun penuh makna dihadirkan sebagai pembuka. Repertoar yang menceritakan sejarah pertemanan mereka di perguruan tinggi musik, Instisusi Musik Indonesia (IMI) sampai memutuskan menjadi sebuah band.
Setidaknya ada sekitar delapan lagu yang dinyanyikan Sammy bersama Kerispatih. Fandy sendiri, menyanyikan lima lagu, seperti 'Kejujuran Hati', 'Bila Rasaku Ini Rasamu' sampai 'Tak Lekang Oleh Waktu'
(hap/mmu)











































