Layaknya sebuah perjalanan spritual, pergi ke Studio Abbey Road adalah hal yang sakral dan dinanti-nanti para musisi dari segala penjuru dunia. GIGI pun memanfaatkan momen istimewa itu dengan memilir 9 materi terbaik untuk album mereka yang ke-13. Peristiwa itu sekaligus untuk menandai perayaan ulangtahun GIGI yang ke-20.
Dikerjakan selama dua hari, Armand, Budjana, Thomas dan Hendy sukses menghadirkan sembilan lagu dengan tingkat kerumitan yang ekstra, musikalitas yang secara awam dikatakan sangat sulit. Dan, itu semua diramu apik menjadi satu di Studio-2 Abbey Road dengan konsep 'live recording'.
'Seseorang' menjadi lagu pembuka album bersampul merah-biru yang eksklusif itu. Lagu ini memperdengarkan perubahan GIGI di usia matang, baik dari lirik ataupun musik. Terutama vokal Armand Maulana yang diuji dengan tarikan-tarikan di bagian 'chorus', ditambah kerumitan ketukan drum yang tidak pernah sama dengan 12 album sebelumnya.
Lagu kedua yang merupakan single hits di album 'Live At Abbey', 'Tak Lagi Percaya' semakin meningkat dengan nada-nada miring ala psychedelic. Di sini terdengar satu-satunya gitaris dalam band GIGI, Dewa Budjana, sekali lagi membuktikan bahwa dirinya tetap bisa membawa nuansa dan keramaian dalam sebuah lagu meski hanya sendiri.
Memasuki lagu berikutnya, GIGI tidak mau hanya bermain pada kunci dan tangga nada, tapi juga genre dan emosi. Lagu ketiga, 'Prom Nite' dan lagu kelima 'Ruang Kosong' adalah lagu bertempo cepat dengan bunyi-bunyian synthesizer yang berlomba bersama kocokan 'catchy' gitar Budjana. Mendengarkan keduanya, sesaat merasa hal itu bukanlah 'GIGI banget'.
Kemudian hadir tiga lagu dengan judul 'cinta', yaitu '1st Love' (lagu ke-4), 'Istana Cinta (lagu ke-6)' dan 'Misteri Cinta (lagu ke-7)', yang sontak mengombang-ambingkan emosi pendengar, serta menurunkan tingkat kerumitan album termahal GIGI ini. Seperti apa?
'1st Love' menyajikan musik pop cinta penuh permohonan. Sedikit banyak, lagu ini mengingatkan pada lagu-lagu GIGI di pertengahan tahun 90an. Sedangkan 'Istana Cinta' masih sama tapi lebih modern karena kehadiran bunyi-bunyian elektrik di beberapa bagian. Dan, 'Misteri Cinta', sepertinya ini akan menjadi lagu balada lainnya dari GIGI yang awet sepanjang masa.
Rekaman di studio yang lekat dengan nama The Beatles itu mungkin yang membuat grup band kelahiran tahun 1994 itu membuat lagu berjudul 'Imajiner'. Tapi tenang saja, baik nada maupun konsep lagunya sangat berbeda dari 'Imagine' milik John Lennon Cs.
Di lagu 'Imajiner' justru GIGI bermain 'gila' dengan musik funk rock yang kental. Apalagi lirik-lirik jenaka yang sangat tidak biasa bahkan mungkin tidak pernah digunakan oleh Armand Cs itu. Seperti, 'Belum pernah ku merasakan BM(W) Mercy Harley Ducati/Satu kemewahan yang hebat, terlalu jauh huu uuu/Apalagi kalau ku wanita, Hermes Vuitton Dior and Gucci/Salvatore Ferragamo, terlalu jauh huu uuu'
Pilihan terakhir memang pas jatuh kepada lagu berjudul 'Meja Ini' yang ternyata hasil kolaborasi Dewa Budjana dan gitaris Sheila On 7, Eross Chandra, sebagai penulis lirik. Hasilnya? Lagu akustik dengan petikan-petikan maut gitaris asal Bali itu yang dipadukan nuansa 'ambience'. Membuat kesedihan semakin terasa ketika Armand menyanyikan bait demi bait penyesalan.
Setidaknya, dari sembilan lagu penuh kompleksitas itu, GIGI menyisakan beberapa di antaranya untuk sekedar didengarkan dan dinyanyikan, tanpa berpikir bagaimana caranya. Sebagai penutup, 'Live At Abbey' bukanlah album 'jualan', album ini punya kerumitan tingkat tinggi yang mungkin ditujukan oleh GIGI sebagai penghormatan kepada studio legendaris yang merekam seluruh karya legenda musik dunia.
(hap/mmu)










































