Membuka penampilannya lewat hitsnya 'Entertainment', mereka langsung menyajikan sebuah penampilan yang menawan. Ratusan penonton yang terlihat kebasahan pun seakan terhangatkan lewat lagu tersebut.
Lagu kedua 'Lasso' mengalun menghantarkan penonton untuk terus berdansa. Ratusan penonton seperti tak peduli meski hujan yang turun semakin deras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikit menurunkan tempo, grup yang sempat mampir di Indonesia pada 2009 lalu itu me-medley dua lagunya 'Too Young' dan 'Girlfriend'. Nada-nada menggoda dari lagu tersebut seperti 'merangsang' penonton untuk terus bergoyang mengikuti irama lagu tersebut.
Grup Thomas Mars (Vokal), Deck d'Arcy (Bass, Keyboards), Laurent Brancowitz (Gitar, Keyboards) dan Christian Mazzalai (Gitar) memang tak terlalu banyak basa-basi di atas panggung. Tapi penonton tetap saja terdengar histeris sepanjang penampilan mereka.
Pakaian mereka pun terlihat simple hanya menggenakan kemeja satu warna tanpa ada ornamen berlebihan di atas panggung. Kembali, penonton seperti tak peduli dengan gimmick itu yang tetap enjoy meski sekali lagi hujan lebat tanpa henti.
Total grup band yang telah merilis lima album itu membawakan 14 lagu dari satu jam lebih penampilannya. Beberapa lagu dari album terbaru mereka 'Bankrupt!' seperti 'The Real Thing', 'S.O.S. in Bel Air' hingga medley tiga lagu 'Trying to Be Cool', 'Drakkar Noir' dan 'Chloroform' sukses dibawakan.
Sayangnya, 'tradisi' encore yang dilakukan Phoenix setidaknya dalam dua konser mereka di Asia tak bisa dilakukan di Jakarta. Kondisi hujan yang tak memungkinkan seperti menjadi alasan tradisi tersebut tak dilakukan.
Hingga penampilan mereka ditutup dengan hits lawas mereka 'Armistice' dan '1901'. Di dua lagu terakhir itu sang vokalis, Thomas Mars pun nampak kuyup bernyanyi di bibir panggung di dengan lautan tangan yang seperti ingin menggapai badannya.
(fk/ich)











































