Parodi Musikal di Konser Meriah Trio Lestari

Parodi Musikal di Konser Meriah Trio Lestari

- detikHot
Jumat, 20 Des 2013 07:50 WIB
Parodi Musikal di Konser Meriah Trio Lestari
Jakarta - Bisa jadi, Kamis malam (19/12/2013), penikmat musik, pecinta konser atau mungkin melihat sisi lain dari Glenn Fredly, Tompi dan Shandy Sondoro yang tergabung dalam Trio Lestari. Bukan hanya tampil begitu sempurna mulai dari konsep visual sampai musik, tapi Trio Lestari tampil jenaka dalam konser bertajuk 'Trio Lestari Show Musical Concert'.

Bertempat di Istora Senayan Jakarta, aula utama bergemeruh sejak pukul 19.00 WIB yang disebabkan para penonton sudah mulai masuk. Dan pemandangan pertama yang dilihat adalah panggung.

Sebuah konsep dekorasi miniatur Kota Jakarta terpampang di konser tunggal kedua Trio Lestari ini. Gedung-gedung tinggi, tembok yang dicoret-coret sampai dengan Patung Pancoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiba-tiba terdengar narasi pembuka. "Ini kisah negeri kaya raya. Negeri nan indah makmur penuh kedamaian. Tapi rakyatnya hidup dalam kegaulauan," tepuk tangan penonton membahana.

"Saat ini, putri kerajaan telah diculik dan tak tahu di mana keberadaanya. Kemudian muncul tiga pria yang siap menolong, yang pertama adalah Pendekar Galau Merana, Tabib Permak Body dan Pengembara Tanpa Tujuan. Dan inilah Trio Lestari!"

Begitulah kira-kira prolog yang tentu saja disambung kemunculan Glenn Fredly, Tompi dan Shandy Sondoro dengan setelan jas hitam serta topi. Tak hanya bertiga, band pengiring serta 10 penari pun turut hadir bersama mereka.

Lagu 'Lenggak-lenggok Jakarta' dan 'Marilah Kemari' didaulat menjadi pembuka. Terasa musikal ala Broadway di Istora Senayan kala itu.

Selesai dua lagu, baik personel Trio Lestari maupun penari turun panggung, kecuali Tompi. Penyanyi asal Aceh itu membuka penampilan solo malam itu dengan 'Sedari Dulu'.

Aransemen musik jazz yang kental, kemudian tergantikan oleh blues manis dari Shandy Sondoro dengan 'Dariku Untukmu', lengkap membawa gitar akustik andalannya. Dan, setelahnya, parodi musikal ini pun dimulai.

Kejenakaan Trio Lestari bermula ketika giliran Glenn Fredly naik panggung dengan Grand Piano, mengalunkan lagu sendu 'Tega' miliknya. Belum terlihat memang, tapi ketika selesai bernyanyi dan berdiri menyapa penonton, barulah terliha bahwa Glenn, memadukan atasan jas hitam dengan celana pendek berwarna putih.

Ditambah, pada bagian pantat, bertuliskan kata 'PRI' dan gambar hati berwarna pink yang di dalamnya juga ada kata 'IN'. "Bacanya, prihatin!" jelas Glenn Fredly dan seluruh penonton tertawa.

Tompi kemudian melanjutkan penampilan solonya dengan dua lagu berjudul 'Cinta Yang Ku Cari' dan 'Salahkah'. Termasuk hits lawas di awal karier Glenn Fredly berjudul 'Cukup Sudah' mampu menghipnotis penonton untuk terus bernyanyi tanpa jeda.

Bergantian, giliran Glenn Fredly membawakan hits personel yang lama mengembara di Jerman itu, 'Tak Pernah Padam' dan Shandy Sendiri, menyihir lagu 'Bukan Pacarmu' milik Tompi dengan gahar.

Lagi-lagi obrolan terjadi di atas panggung. Kali ini, saling ejek ciri khas bernyanyi di atas panggung menjadi topiknya. Penonton terpingkal-pingkal melihat Glenn Fredly dan Shandy Sondoro mengikuti improvisasi khas Tompi yang terkenal mahir bermain dengan bunyi-bunyi dari mulutnya.

Kisah putri yang diceritakan di awal, tentu membuat penasaran tersendiri di benak penonton. Siapa dan apa yang dimaksud?

'Sekali Ini Saja' menjadi pilihan Glenn memasuki pertengahan konser. Sedangkan 'Anak Jalanan' menjadi sajian dari Shandy Sondoro berikutnya.

Sedikit bicara tata lampu, tidak bisa dibilang mewah, tapi meriah. Permainan warna serta celetukan-celetukan jenaka seakan membuai para penonton untuk menikmati pertunjukkan.

Giliran Tompi, sudah hikmat di awal dengan lagu 'Selalu Denganmu' dimana dirinya meminta seluruh penonton mengangkat ponselnya ke udara. Menjadikan aura romantis semakin hangat terasa.

Tapi, tiba-tiba, penyanyi sekaligus dokter kecantikan itu pun 'mengacau'.

"Yang mau cantik, mancung, langsing mana suaranya? Telepon saja , nggak apa-apa mahal yang penting gaya," ujar Tompi sembari melantunkan kalimat promosi klinik kecantikannya. Kali ini, teriakan perempaun mendominasi.

Parodi-parodi terus berlanjut di antara jeda lagu. Dan target utamanya hanya satu, Glenn Fredly. Penyanyi Ambon itu habis menjadi bulan-bulanan Tompi dengan ejekan kehidupan percintaanya.

"Basi udah basi, Tom," elaknya ketika 'diserang'.

"Oh basi ya, yaudah lo pilih aja tante-tante cantik yang ada di sini. Tante-tante mana suaranya?" teriak Tompi mematikan langkah temannya itu.

Berikutnya, lagu 'Beautiful' milik Cherybelle dibawakan para solois ini beserta koreografer andalan penyanyi aslinya. Terang saja, Istora kembali riuh dengan tertawa penonton.

Berturut-turut setelahnya, dengan cara bermain tebak-tebakan, Trio Lestari bergantian bernyanyi secara medley, 'Andai Dia Tahu' (Kahitna), 'Menjadi Seperti Yang Kau Minta' (Chrisye), 'Karena Ku Sanggup' (Agnes Monica), 'Semua Tak Sama' (Padi), 'Ku Tak Bisa' (Slank) dan 'Posesif' (Naif). Tak lupa juga 'Oh Dara' (Lenggang Puspita).

Parodi musikal itu pun memasuki babak akhir ketika tiga pria ini menemukan Sang Putri di dalam gedung bernama MRPM (Markas Rahasia Para Mafia) yang dijaga oleh Desta? Ya, mungkin semua orang kaget tiba-tiba ada Desta yang muncul dan menantang para personel Trio Lestari bermain tebak-tebakan. Hukumannya, 'Goyang Caisar'.

Alhasil kelucuan lagi-lagi terjadi saat Desta harus melakoni goyangan fenomenal itu. Dan jika ditotal keseluruhan, ada lebih dari 30an lagu yang dinyanyikan selama 3,5 jam tanpa jeda.

Kolaborasi bersama Igor 'Saykoji' sampai lagu Coboy Junior 'Eeaaa' tak luput dinyanyikan. Trio Lestari kemudian menutup konser musikalnya dengan tiga lagu jagoan, yaitu 'Bento' (Iwan Fals), 'Kisah Romantis' dan 'Malam Biru'.

Oh iya, mengenai Sang Puteri, hanya surat saja yang ditemukan. Di surat itu tertulis, pesan-pesan perdamaian Indonesia, yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.


(hap/wes)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads