Reynold, gitaris Slank tahun 1996 itu menjadi mantan personel pertama yang naik panggung. Membukanya dengan solo gitar yang lumayan panjang, Slank bersama Reynold menyambungnya dengan hits dari album 'Lagi Sedih', berjudul 'Bersama Kita Menangis' dan 'Koepoe Liarkoe'.
Belum selesai kekaguman Slankers, muncul lagi kibordis sekaligus pendiri Slank, Indra Qadarsih atau dikenal dengan Indra Q di balik keyboard andalannya. Riuh ramai penonton di GBK pun menyeruak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih tak percaya, Kaka kembali meneriakkan nama yang satu ini, Parlin Burman. Parlin Burman atau lebih dikenal dengan nama panggung Pay, muncul dari balik panggung yang sudah diatur sedemikian rupa.
Barisan penonton semakin bergemuruh. "Ini baru gitaris!" celetok seorang Slankers yang jika dilihat dari kaos yang dikenakannya, pemuda tanggung itu berasal dari Boyalali.
Harmoni cadas 'Birokrasi Complex' membahana, lagu lawas itu pun mendapat sambutan meriah dari wilayah lapangan maupun tribun. Apalagi ketika distorsi intro 'Suit Suit He..He' terdengar, sorak-sorai Slankers yang jelas merindukan lagi hits di album pertama Slank tahun 1991 itu.
Puncaknya, ketika mantan vokalis Slank, Welly turut ambil bagian. Meski tak lagi sekurus dulu, tetap saja tenaga dan nada tingginya masih ada. Sexy dancer kemudian menjadi pelengkap lagu 'seksi' tersebut.
Di tiga lagu terakhir dari 38 lagu yang dimainkan Slank, seluruh pengisi acara ikut naik ke atas panggung, Slank formasi saat ini ditambah Indra Q, Pay, Reynold dan Welly. Serta Ian Antono yang berkolaborasi di lagu 'Bang Bang Tut' dan Vava Imanez, puteri dari mendiang Imanez yang sebelumnya membawakan lagu ayahnya sendiri, 'Beri Kami Ruang Jangan Cuma Uang' dan 'Yo Man'.
Dan, nostalgia itu akhirnya terjadi setelah tiga dekade perjalanan musikal Slank. Memang tak bisa dilepas begitu saja, mantan personel Slank itu bak pilar kesuksesan Slank hari ini.
(hap/ich)











































