Album 'M.O.': Nyanyian Kebangkitan Nelly

Music Buzz

Album 'M.O.': Nyanyian Kebangkitan Nelly

M Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Selasa, 10 Des 2013 16:15 WIB
Album M.O.: Nyanyian Kebangkitan Nelly
Jakarta - Satu dekade bukan waktu yang mudah bagi musisi hip-hop Nelly untuk mempertahankan idealisme hip-hop kental ala selatan Amerika. Perubahan warna musik, menjadikan Nelly harus mengikutinya, meski harus coba-coba.

'M.O.' adalah album kesembilan Nelly yang dirilis bulan September 2013 lalu. Apa yang bisa didengar di sini? Sebuah nyanyian kebangkitan Nelly yang seakan terpuruk setelah meledaknya 'Country Grammar' di tahun 2000 dan apabila terlalu jauh, mungkin album tahun 2004, 'Nellyville', bisa menjadi pengingatnya.

Berisi 11 lagu, pemilik nama lengkap Cornell Iral Haynes, Jr itu, mencoba lagi mengisi albumnya dengan materi-materi hip-hop lawas seperti yang pernah dilakukannya. Tentu hal ini merupakan kabar baik bagi penggemar fanatiknya, terlebih lagi ketika di tahun 2010, Nelly meluncurkan album bertajuk '5.0' dimana dirinya beberapa tahun lebih muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibuka oleh track berjudul 'Get Like Me', Nelly berhasil membawa musik asli yang selalu diusungnya, irama hip-hop sederhana dengan bunyi efek 'cowbell' cukup menggoyangkan kepala. Apakagi, kemunculan Nicky Minaj menjadikan lagu ini semakin pas dan layak dijadikan lagu pembuka.

Berbeda dari sebelumnya, namun 'Give U Dat' masih bisa diterima sebagai lagu milik Nelly. Tapi, jangan harap hal ini terjadi pada lagu-lagu berikutnya, seperti lagu berjudul 'Rick James'. Nelly bermain dengan 'midi controller' yang menjadikan nuansa R&B begitu kental, bahkan sempat terdengar seperti milik Justin Timberlake, jika saja suara Nelly lebih sedikit treble.

Belum lagi 'Heaven' yang sepertinya ditujukan menjadi lagu sekuel dari 'Just A Dream' di album '5.0.' tahun 2010 lalu, ceria dan pop. Sangat ceria dan catchy, namun irama 'bumping' ala hip-hop seperti sebelum-sebelumnya digantikan oleh kocokan gitar akustik dan juga sepertinya ada band pengiring, karena bunyi-bunyi tersebut terdengar jauh lebih nyata.

Ekplorasi musisi sekaligus pengusaha 39 tahun itu terhenti sebentar memasuki lagu 'Maryland, Massachussetts'yang dinyanyikannya tanpa kolaborasi. Musik hip-hop kembali berkumandang lantang membalut vokal Nelly yang juga tak kalah garang dengan lirik-lirik nakalnya.

Di lagu '100K', Nelly bermain lagi dengan menggabungkan dua genre berbeda, gospel dan hip-hop. Terdengar dominasi suara-suara dentingan lonceng dan choir yang 'gelap' bersahut-sahutan. Lagi-lagi pelantun 'Dilemma' itu menawarkan musik lain di lagu 'All Around The World' yang berubah total bahkan tak lagi terasa milik Nelly. Musik pop R&B yang lebih ceria dari 'Heaven', dibalut sedikit perangkat musik elektronik.

Untuk kedua kalinya bernyanyi sendirian, Nelly mengulang lagi pola yang sama ketika dirinya menyanyikan 'Maryland, Massachussetts', sentuhan hip-hop yang khas dan minimalis. Tidak banyak suara 'gaib' dari perangkat elektronik, hanya ada dirinya dan suara musik yang jelas. Track 10, 'Walk Away', Nelly justru terdengar hilang dari pentas R&B. Semuanya berganti menjadi country yang dicampur musik pop elektronik.

Dua lagu terakhir, 'Headphone' dan 'Hey Porcshe' masih sama dengan sebelumnya, dimana pelantun 'Ride With Me' itu hampir tak dikenali lewat ubahan massive pada lagunya. Menjadikan lagu ini seperti dinyanyikan Justin Bieber atau Cody Simpson.

Secara keseluruhan album ini menarik, apalagi melihat usaha Nelly mempertahankan kedigdayaan hip-hop yang dimilikinya lewat eksplorasi lagu. Berhasil? Kita lihat saja.

(hap/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads