Lirik sederhana dan musik pop retro menjadi pilihan ABRI yang sekaligus menjadi pembeda di antara grup band baru yang bermunculan tiap harinya.
"Dalam mencipta lagu, saya menonjolkan lirik yang hanya berpesan ringan, sudah ada di masyarakat kita. Dengan musik yang ringan, kayaknya enak ya. Misalnya single Sejak SD. Siapa sih yang nggak pernah jatuh cinta saat SD?" ungkap sang gitaris Gendhis saat launching albumnya di Museum Satria Mandala, Jakarta, baru-baru ini.
Mencuat setelah memenagkan ajang kompetisi band di pada tahun 2012 di Jawa Timur, perjalanan ABRI saat ini sebenarnya tak lepas dari peranan musisi kawakan Indonesia, yaitu Satriyo Yudi Wahono alias Piyu.
"Jadi Piyu kan salah satu juri. Saya dan Piyu sempat berdebat, apa ini ABRI pemenangnya, bagaimana proses kreatifnya nanti. Dia nggak nangkep maksud musiknya ABRI, makanya diserahkan ke saya. Sampai sekarang Piyu kaget soal perkembangan ABRI, bahkan Piyu juga sempat menjadi album advisor nya," jelas Deni Chasmala produser ABRI saat ini.
Demi menebus keraguannya saat itu, ABRI pun ditarik untuk masuk label musiknya bersama sang istri E-Motion Entertainment hingga melahirkan album perdananya itu. Bahkan tak tanggung-tanggung, sebuah tur juga sedang dipersiapkan untuk ABRI.
"Untuk promosi, E-motion berencana akan mengajak ABRI untuk promo album mereka di beberapa kota di Jawa Timur. Kita pilih Jawa Timur karena memang asal mereka dari sini," tutup Muna Sofan perwakilan E-motion Entertainment.
(/)










































