Muncul dengan atasan berwarna abu-abu, solois cantik kelahiran 1985 itu langsung membawakan hits lawasnya 'Sahabat Setia'. "Pertama kali ada di JGTC itu tahun 1999. Dan ini tahun kesekian kalinya saya di JGTC," sapa Andien kepada penonton.
Tanpa disangka, hits masa lalu milik Ahamd Dhani Cs, 'Aku Di Sini Untukmu' dibawakan Andien dengan aransemen jazz yang kental. Koor panjang penonton pun ditarik keras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum JGTC 2013 benar-benar usai, tampil lebih dulu Tulus di panggung 'Jazz It Our Way'. Meski terbilang baru, penonton yang memadati panggungnya tak bisa dikesampingkan.
Lagu-lagunya seperti 'Teman Hidup, 'Kisah Sebentar', 'Tuan Nona Kesepian' dan tentu saja 'Sewindu' membentuk paduan suara massal di komplek parkiran FEUI, Depok tempat berlangsungnya JGTC gelaran ke-36 itu.
Sajian penutup yang sebenarnya dihidangkan lewat musisi jazz sekaligus dokter, Tompi. Seperti biasa, lagu-lagu patah hati bercamput jatuh cinta dibawakan Tompi melaui hitsnya 'Belahan Jiwa', dan 'Lulu & Siti'. Seakan mengetahui apa yang diinginkan penggemarnya, 'Selalu Denganmu' pun sukses menjadi nyanyian penghilang lelah para pengunjung JGTC 2013 yang telah berdatangan sejak pukul 12.00 siang.
'Tak Pernah Setengah Hati' mengawali hits lawas Tompi, disambung 'Menghujam Jantungku'. Sekali lagi, penonton 'dipaksa' bernyanyi meskipun wajah-wajah kelelahan mulai nampak.
Memasuki tengah penampilannya, Andien, yang baru saja meyelesaikan penampilannya tiba-tiba sudah berada di atas panggung menyanyikan 'Aku Malu' bersama sang tuan rumah.
Setelah puas jamming, kejutan berlanjut dengan hadirnya sosok pianis kawakan sekaligus bassis jazz Dwiky Dharmawan dan Barry Likumahuwa. Jadilah kolaborasi musikalitas tingkat tinggilewat lagu 'Treasure' milik Bruno Mars.
Kembang api yang meledak di langit-langit mempertegas akhir gelaran JGTC ke-36 tahun ini. Sampai bertemu di JGTC berikutnya...
(hap/ich)











































